oleh

Alun-alun Jadi Pusat Kuliner Dadakan

Nganjuk- Bagi umat Islam, bulan suci Ramadhan memang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Pada bulan puasa ini, berbagai kegiatan menarik dilakukan oleh umat Islam seperti pengajian, tadarus, sahur dan buka bersama, patrol menjelang sahur, serta yang tidak boleh ketinggalan yaitu takjil Ramadhan.

Takjil merupakan penganan yang disajikan menjelang buka puasa. Takjil ramadhan sudah menjadi tradisi tahunan yang digelar oleh semua umat Islam diseluruh penjuru dunia, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Nganjuk. Pasalnya setiap kali Ramadan tiba, banyak masyarakat berburu berkah ramadan dengan cara berjualan takjil disekitar Alun-alun kota Nganjuk.

Stand takjil ini sudah mulai beroperasi sejak pukul 15.00 WIB. Menu makanan yang disediakan pun sangat bervariasi, mulai dari sayur mayur, aneka macam lauk, pauk, kue, kolak, serta es buah. Dengan harga yang cukup terjangkau antara Rp 1.500-5.000 per menu, para pembeli bisa dengan mudah mendapatkan berbagai jenis makanan yang diinginkan. “Kami mulai siap-siap itu pukul 14.00, biasanya satu jam kemudian sudah ada pembeli takjil,” kata pedagang yang mengaku bernama Sulastri kepada akurasinews.com

Bulan ramadhan memang selalu membawa berkah bagi wanita ini, setiap hari omset berjualan takjilnya mencapai ratusan ribu rupiah. “Ya alhamdulillah setiap tahunnya mesti rame mas, kalau omset ratusan ribu,” jelas Lastri penggilan akrabnya, mengatakan nilai omzetnya.

Hal sama juga dialami oleh Trisno, penjual asal wilayah Loceret itu mengaku berkah Ramadan kali ini cukup membantu perekonomian keluarganya. Bapak dua anak yang keseharianya berjualan mainan itu, bulan Ramadan ini mencoba beralih profesi dengan berjualan takjil di alun-alun, “ Alhamdulillah biasanya jualan mainan, jualan takjil disini (Alun-alun-red) cukup lumayan hasilnya, untuk persiapan lebaran mas,” katanya seraya tersenyum.

Trisno memiliki rencana paska lebaran tidak lagi berjualan mainan namun lebih memilih berjualan kudapan karena lebih cepat laku dan menjanjikan hasilnya, “ Mungkin habis lebaran, ganti jualan makanan seperti ini saja mas, kalau ndak di alun-alun sini ya dipasar, lebih menjanjikan dibanding jualan mainan,” katanya

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed