oleh

Jelang lebaran Omzet Kue Kering Meroket

Nganjuk – Seperti sudah menjadi tradisi umat islam di seluruh Indonesia, seakan ada yang kurang jika saat hari raya idul fitri tidak membeli baju baru atau menyiapkan kue kering sebagai suguhan di rumah. Dengan adanya tradisi seperti ini, omzet produsen kue kering meroket.

Seperti dialami Widyawati, pembuat kue kering asal Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk selalu kebanjiran order menjelang lebaran.

Widyawati mengaku jika omzet kue kering buatannya meningkat hingga enam puluh persen dari hari biasa.
‘Kami membuat kue kering jenis nastar, cokelat, putri salju, garut, kastengel, kue strawberry dan kue kering lain. Dalam satu hari, kami mampu menghasilkan sekitar tiga ribu kue kering atau enam puluh toples,” kata Widyowati jumat (9/6/2017)

Untuk membuat kue kering, lanjutnya, setiap hari menghabiskan 10 kilogram mentega, 3 killogram telur dan 10 kilogram tepung terigu. Adapun cara pembuatannya relatif sederhana. Yakni, bahan-bahan yang ada selanjutnya di olah menjadi satu dan dibentuk sesuai keinginan. Selanjutnya dimasukkan oven untuk proses memasak atau pengeringannya.

“Kalau sudah matang, barulah kue kering dimasukkan ke dalam sebuah toples dan selanjutnya diletakkan dalam sebuah kardus, satu kardus berisi enam toples,” jelasnya.

Jika dii hari biasa, Widyowati mampu menjual 50 toples perhari. Namun memasuki lebaran ini, pesanannya meningkat menjadi 80 toples perhari. Di samping diminati pasar lokal Nganjuk, kue kering buatan wanita yang juga PNS pemkab Nganjuk ini juga diminati pasar luar kota, seperti Probolinggo hingga Pasuruan.

Komentar

News Feed