oleh

Belajar di Bali, Eksport Bambu ke Negeri Jiran 

Nganjuk- Di tangan seorang ahli, batang bambu ternyata tak hanya bisa menjadi alat-alat dapur saja, lebih dari pada itu, bambu juga bisa menjadi furniture atau perabot cantik dan berkelas.

Hal itu telah di buktikan oleh Imam Saeful (46) seorang perajin bambu asal Desa/Kecamatan Bagor Kabupten Nganjuk, berkat pengamalanya bekerja di bidang mebeler di pulau dewata (Bali-red) kini pengusaha asal Anjuk Ladang itu mampu menembus pangsa pasar, hingga Negeri Jiran Malaysia.

“Dulu memang kerja di mebel, yang berbahan dasar bambu dan rotan saat masih di Bali, setelah mendapat pengalaman, pulang kekampung halaman, mencoba-coba membuat kerajinan dari bambu, alhamdulilah sekarang sudah bisa eksport ke Malaysia,” kata Imam Saeful mengawali perbincangan Sabtu (10/06/2017

Memproduksi aneka furniture atau mebel dari bambu ini sudah di jalani oleh Imam Saeful sejak tujuh tahun terakhir. Untuk bambu yang dijadikan bahan dasar bukan bambu biasa, melainkan bambu jenis wulung atau bambu yang berwarna kehitaman, bambu jenis ini sangat melimpah di lereng Gunung Wilis Nganjuk.

Meski terbuat dari bambu, Imam menjamin produknya ini tak kalah awetnya dengan produk serupa berbahan kayu, sebab dalam proses pembuatannya bahan bambu telah di olesi dengan zat anti rayap.

Harga untuk tiap produk furniture berbahan bambu berbeda-beda, mulai dari rak atau tempat piring dihargai Rp 500 ribu, sebuah tempat tidur yang cukup mewah dihargai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta, hingga satu set meja dan kursi seharga Rp1 juta sampai dengan Rp1,5 juta. Dibantu belasan karyawan, Imam mengaku mampu memproduksi sedikitnya 100 unit furniture berbagai jenis perbulan.

Reporter : agus bima

Komentar

News Feed