oleh

Gamelan Nganjuk Rambah Pasar Manca Negara

Nganjuk-Di tengah ketatnya persaingan dengan dunia hiburan modern, seorang perajin alat musik tradisional jawa atau gamelan di Desa Jatirejo Kecamata Loceret Kabupaten Nganjuk masih terus bertahan dengan profesinya. Banyaknya program pemerintah untuk melestarikan seni dan budaya akhir-akhir ini, membuat peluang usaha dalam memasarkan gamelan di dalam maupun di luar negeri kian terbuka.

Adalah Didik Adiono (40), sejak tahun 1960 silam, nenek moyangnya sudah menekuni profesi sebagai perakit gamelan. Namun di tengah ketatnya persaingan dengan dunia hiburan modern dan melonjaknya harga-harga bahan baku, ternyata kerajinan gamelan ini masih terus bertahan.

“Membuat gamelan ini bagi keluarga kami adalah sebuah tradisi, karena memang berdarah seni, lagi pula untuk nguri-uri kebudayaan jawa, yakni gaemelan,” kata Didik Adino kepada awak media.

Menurutnya, memproduksi gamelan membutuhkan tangan-tangan yang ahli dan tidak banyak orang yang mau dan bertahan menggeluti usaha ini. Karena, jenis gamelan sangat banyak, namun untuk memproduksi satu unit dan satu nada saja dibutuhkan kerja keras yang luar biasa. “Perlu keahlian khusus dan tidak sembarang orang mampu,” jelasnya.

Mulai dari membakar bahan baku kuningan, kata Adi, memande atau memukulnya hingga menjadi lembaran dan mengelas serta menghaluskannya hingga menghasilkan nada yang berbeda-beda. “Pekerjaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari, sehingga kami tidak pernah merasa kesulitan lagi,” ujarnya.

Setiap satu jenis gamelan, lanjutnya, dikerjakan oleh para karyawannya. Sedang tugasnya langsung melaras atau menyetem alat gamelan ini untuk menghasilkan nada-nada yang berbeda sesuai keinginan. Mulai dari gong, kempul, kenong, bonang, gender, slentem, saron dan masih banyak lagi. “Jenis gamelan ada dua, yaitu pelog dan slendro, kita membuat sesuai yang dipesan,” imbuhnya.

Setiap set gamelan, harganya bervariasi tergantung bahan yang pakai untuk membuatnya. Seperti bahan besi, satu set gamelan lengkap di patok harga Rp 60.000.000. Sementara gamelan yang berbahan kuningan, satu set lengkap harganya mencapai Rp 200.000.000. “Kami juga memproduksi wadah atau tempat gamelan,” terang Didik.

Gamelan yang diproduksi oleh Didik ini, saat ini sudah merambah pasar manca negara. Didik mengaku pernah mendapat pesanan beberapa set gamelan dari negara Suriname. di negara Suriname gamelan dijadikan alat musik pengiring wayang kulit. “Orangnya minta laras sledro dan laras pelog,” pungkasnya.

Reporter : agus bima

Komentar

News Feed