oleh

Welcome to Ngetos

Nganjuk-Ngetos adalah sebuah kecamatan yang berada di sisi selatan wilayah Kabupaten Nganjuk. Daerah ini hampir separonya kawasan hutan lindung yang  menyimpan keindahan tersendiri. Selain itu di wilayah yang masuk dataran tinggi ini juga menyimpan sejumlah situs sejarah untuk dijadikan obyek wisata andalan.

Untuk itu, tahun lalu Pemerintah Kabupaten Nganjuk membuka gerakan welcome to Ngetos. ” Seingat saya gerakan welcome to Ngetos dibuka langsung oleh bupati,” ujar Aris Trio Efendi salah satu tokoh muda Ngetos Sabtu (10/06/2017)

Seperti diketahui, potensi wisata di Kecamatan Ngetos terdiri dari potensi sumber daya alam, peninggalan situs bersejarah dan wisata religius yang tersebar di beberapa desa antara lain, Desa Blongko, terdapat lembah puncak Gunung Punjul, Air Terjun Pring Jowo, situs makam bersejarah peninggalan jaman perang Diponegoro.

Di Desa Ngetos, terdapat Candi Ngetos, situs makam Syeh Abdul Hamid yang terletak di barat Masjid Assafi’iyyah. Berikutnya Desa Klodan, di desa ini juga terdapat makam yang dikenal dengan nama Iro Kromo dan Iri Niti yang lokasinya terletak di Dusun Sanggraan. Sedangkan di Desa Kepel, juga ada makam di Dusun Sobo serta memiliki panaroma yang indah terutama Gunung Punjul.

Desa Mojoduwur, terdapat dua gunung yang lebih dikenal dengan nama Goa Semanding karena letaknya berdekatan, terletak di Dusun Sanan. Goa ini merupakan peninggalan ‘Kerja Rodi’ pada jaman Jepang.

Selain itu terdapat dua benteng peninggalan Jepang yang berada di Dusun Jatirejo. Tidak kalah menariknya Desa Oro oro Ombo, terdapat embung yang cukup indah, hanya sampai sekarang konsep penataan yang tidak berdasar perencanaan yang matang.

Sementara Desa Kuncir, sebagai salah satu pintu masuk Kecamatan Ngetos dan merupakan titik pertemuan menuju kawasan wisata Air Terjun Sedudo, sangat cocok dikembangkan untuk wisata kuliner dan pusat promosi wisata Ngetos.

Terakhir, Desa Suru dan Desa Kweden. Di dua desa ini mempunyai potensi produk unggulan yang sama dengan beberapa desa, yaitu produk mangga podang gunung dan mangga gadung yang masih terbuka untuk dikembangkan.

Reporter : agus bima

Komentar

News Feed