oleh

Istirahat, Sembari ‘Berburu’ Kue Bajuri 

Nganjuk-Budaya mudik setiap lebaran tak hanya membawa berkah bagi pelaku bisnis angkutan (transportasi) namun juga para pelaku usaha kecil menengah. Tidak hanya pelaku usaha kue kering maupun jasa konveksi dan pakaian, namun juga para pemilik lapak jajanan kue khas di sepanjang jalan utama yang dilalui pemudik.

Seperti di sentra jajanan Mengkreng Kertosono Nganjuk. Di persimpangan tiga wilayah Kabupaten yakni Jombang, Nganjuk dan Kediri atau dikenal dengan simpang tiga Bajuri yang merupakan kawasan niaga itu setiap arus mudik maupun balik selalu ramai dibanjiri pembeli yang ‘memburu’ jajanan khas.

Aneka jajanan khas asli Nganjuk, Madiun hingga Lamongan di tawarkan sebagai oleh-oleh. Dari sekian banyak jajanan khas, paling ngetren dan selalu dicari adalah tahu Kediri, tahu yang dikenal nikmat sekaligus kenyal itu selalu diburu pemudik sebagai buah tangan untuk diberikan kepada kerabat maupun tetangga serta teman kantor.

Nuri FR (25) Pemudik asal Surabaya mengaku membeli tahu Kediri untuk diberikan kepada teman kantornya, “ Untuk oleh-oleh teman kantor, sudah tradisi, kalau habis mudik teman kantor bertukar makanan, ini saya beli tahu sama kembang gula dan kue kering khas Kediri, katanya namanya krupuk jepit,” ujar Nuri ketika berhenti di lapak salah satu pedagang Mengkreng, Selasa (27/06/2017)

Nuri yang bekerja sebagai staf keuangan di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, mengaku senang membeli jajanan di Mengkreng, selain jenisnya yang beragam sekaligus sebagai tempat istirahat, “ Disini banyak pilihanya, selain itukan capek juga perjalanan jauh, disinikan bisa istirahat, naik motor dari Madiun sampai Surabaya capek banget,” katanya sembari tersenyum.

Gadis berjilbab yang suka dengan kue wingko makanan khas Lamongan itu setiap tahun diajak orang tuanya berhenti di Mengkreng untuk membeli oleh-oleh, “ Sudah sejak kecil, diajak orang tua berhenti disini, jadi sekarang selalu berhenti disini, meskipun sekarang sudah tidak bersama-sama dengan mereka (ibu bapak-red),” katanya.

Sementara itu, Salah seorang pedagang yang mengaku bernama Minarsi, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai lebaran H-3 hingga nanti libur lebaran berakhir atau waktu arus balik.

Pedagang makanan lainnya Suprapti menyatakan, banyaknya permintaan tersebut menyebabkan kenaikan harga makanan itu dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, kenaikan naiknya harga itu mencapai 10-25 persen di setiap makanan.

Sedangkan mengenai omzet, rata-rata pedagang mengalami kenaikan antara 150 hingga 200 persen dibandingkan hari biasa.

Reporter : Agus Bima

 

Komentar

News Feed