oleh

Jasa Travel ‘Gelap’ Ikut Cuil Berkah Arus Balik Lebaran

Nganjuk- Jasa transportasi tidak resmi atau travel gelap menjadi armada angkutan alternatif bagi penumpang arus balik lebaran tahun 2017 kali ini. Jasa ini menjadi salah satu pilihan pemudik lantaran bus umum kondisinya selalu penuh meskipun sudah berjam-jam menunggu.

” Lebih mahal tidak apa-apa daripada menunggu berjam-jam,” ungkap Moza (30) pemudik asal Surabaya yang naik dari Barong Tanjunganom Nganjuk. Kamis (29/06/2017) pukul 10.00 WIB.

Jika biasanya naik bus antar kota antar provinsi, keluarga Moza yang berjumlah empat orang cukup menyiapkan uang Rp 70.000 untuk satu kali berangkat ke Kota Surabaya atau sebaliknya. Namun karena bus umum langganannya selalu penuh, maka dia terpaksa naik travel gelap dengan membayar Rp 200.000 untuk satu kali pemberangkatan.

“Tidak jauh beda dengan naik bus patas (cepat/eksekutif-red), ongkosnya lima puluh ribu rupiah perorang dari Barong ke Surabaya, memang kalau bus ekonomi empat orang cuma tujuh puluh ribu,” jelas ibu dua orang anak tersebut.

Namun, lanjut Moza, naik travel gelap lebih menyenangkan jika dibandingkan dengan bus umum, selain tidak berdesakan seperti bus ekonomi, naik travel gelap lebih cepat karena tidak berhenti di setiap terminal, “Lebih cepat sih, baru kali ini naik travel gelap, ternyata nyaman juga,” katanya.

Sementara itu, menurut Supri (45) salah satu kenek travel gelap, mengaku sudah tiga lebaran beroperasi setiap arus mudik maupun balik dari Madiun ke Surabaya maupun sebaliknya.” Kesempatannya waktu lebaran, arus mudik maupun balik,” katanya sembari menengguk sebotol air mineral ketika mencari penumpang di Barong Tanjunganom Nganjuk.

Namun Supri enggan menyebut jumlah pendapatannya sebagai kenek travel gelap, ” Yang pasti lebih banyak sopirnya,” katanya sambil berlalu.

Reporter : Agus Bima

 

Komentar

News Feed