oleh

Polres Jombang, Periksa Panitia Tarian Erotis Kota Santri

Jombang – Kepolisian Resort Jombang Jawa Timur, memanggil pihak panitia penyelenggara Aniversary Jombang Ninja Club (JNC), untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan terkait tarian erotis yang disuguhkan dalam acara tersebut, Senin (17/07/2017).

“Izin yang memberikan adalah Polsek, Kita tegur keras. Malam itu juga (Sabtu, 15/07/2017) Kita minta untuk dibubarkan dan pagi ini sudah Kita panggil pihak panitianya untuk dimintai pertanggung jawaban. Harusnya apa yang dipaparkan ya itu yang ditampilkan,” terang Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto SIK. M.H dikantornya siang ini.

Bahkan, pihak kepolisian terpaksa memblacklist panitia untuk tidak menggelar acara serupa di wilayah hukum Polres Jombang kedepan. “Yang jelas jika yang bersangkutan menggelar kegiatan lagi di Jombang, sudah kita beri peringatan keras istilahnya kita blacklist lah kecuali jika bersangkutan mau berubah,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut pihaknya merasa kecolongan dan dibohongi panitia karena rundown acara yang disampaikan dalam pemeriksaan tidak menampilkan tarian erotis.”Kita imbau ini yang terakhir, kita lakukan penegakkan hukum yang serius dan disitukan tuntutan para Forpimda, para Kyai, anggota DPR yang tadinya itu sangat itens ke kita agar jangan terjadi hal – hal seperti itu. Bukan kita membatasi kreasi, silahkan berkreasi tanpa melanggar ketentuan,” lanjutnya.

Dalam kasus ini, bila panitia terbukti menampilkan tarian erotis disela acara tersebut, lanjut Agung Marlianto, pihaknya bisa menjeratnya dengan Undang Undang pornografi. “Penarinya tidak kena sanksi karena sebenarnya penari erotis tidak kayak striptis, tidak cuma kalau untuk ukuran masing – masing wilayah berbeda. misal tarian ini jika tampil di Surabaya mungkin masih bisa diterima. tapi kalau disini bisa didemo saya,” imbuhnya.

Perwira menengah lulusan terbaik akademi kepolisian tahun 1998 ini juga berharap masyarakat bisa memberikan penjelasan secara terperinci kepada pihak Kepolisian sebelum menggelar suatu acara kegiatan yang memicu keramaian.

“Sebelum ijin keramaian, panitia datang ke kami menyampaikan proposal kegiatan. Yang isinya itu berapa orang yang menjadi peserta undangan, undangan VIP yang perlu kita lakukan pengawalan. Kalau tidak ada ya cukup di lingkup Polsek,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed