oleh

Hanura Terima Bunda Ita, Tapi DPC Menolak Politik Dinasti

Nganjuk- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nganjuk telah membuka pendaftaran bagi para kandidat bakal calon bupati (Bacabup) yang akan meramaikan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Juni 2018 menadatang.

Dengan telah dibukanya pendaftaran tersebut, siapapun bisa mengikuti seleksi tim pendaftaran yang diketuai oleh Edi Santoso,”Untuk pendaftaran kami buka mulai hari ini tanggal 19 Juli 2017, sampai dengan tanggal 31 Juli 2017 nanti,” ujar Edi Santoso yang juga ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Hanura Nganjuk di halaman Kantor DPC Hanura Nganjuk kepada akurasinews.com

Mengenai pengembalian formulir, tim pendaftaran DPC Hanura Nganjuk menetapkan tanggal 1 hingga 9 Agustus 2017 mendatang, “Untuk pengambilan dan pengembalian formulir, para bacabup bisa langsung datang ke kantor DPC Hanura Nganjuk di Jalan KH Wachid Hasyim No 30 Nganjuk,” jelas Edi Santoso yang juga menjabat sebagai ketua Parade Nusantara Nganjuk tersebut.

Adapun klasifikasi calon pendaftar, lanjut Edi Santoso, Semua Kader Partai Hanura maupun masyarakat Nganjuk yang memiliki visi misi jelas untuk kemajuan, dan perubahan Nganjuk menjadi lebih baik boleh mendaftar,”Semua masyarakat Nganjuk yang memiliki keinginan untuk perubahan Nganjuk menjadi baik di segala bidang, boleh mendaftar tanpa kecuali, sesuai dengan hati nurani rakyat,” ucap Edi Santoso lagi.

Keterangan Edi Santoso sebagai ketua tim pendaftaran berbeda dengan yang disampaikan oleh ketua DPC Partai Hanura Nganjuk Raditya Harya Yuangga. Ketua Fraksi HNPENAS DPRD Nganjuk yang akrab disapa Mas Angga ini mengungkapkan, memang semua masyarakat Nganjuk maupun kader Partai Hanura boleh mendaftar.

Akan tetapi, sejak awal DPC Hanura Nganjuk menolak politik Dinasti, “Didalam ketentuan Partai Hanura, memang tidak ada yang mengatur menolak politik dinasti. Namun kami diberi kewenangan penuh oleh DPD untuk meloloskan beberapa nama. tergantung dengan komunikasi politik dengan partai lain. Sehingga keputusan menolak politik dinasti itu adalah kearifan lokal DPC Hanura Nganjuk, Jadi kalau bu Ita (Ita Tri Wibawati-red) mendaftar boleh-boleh saja,” jelas Mas Angga.

Adapun, kata Mas Angga lagi, yang menjadi alasan penolakan terhadap politik dinasti lebih disebabkan karena pendapat hati nurani rakyat Nganjuk,”Sepuluh tahun dijabat oleh Petahana (Bupati Taufiqurrahman-red), Nganjuk tidak menjadi lebih baik, jadi ini penolakan ini karena hati nurani masyarakat Nganjuk, bukan ketentuan Partai Hanura,” tegas Mas Angga.

Seperti diketahui, Ita Triwibawati adalah istri Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman, saat ini ia telah mempersiapkan diri untuk maju menjadi kandidat bacabup pada Pilkada Juni 2018 mendatang, wanita berjilbab yang akrab disapa Bunda Ita tersebut juga sudah mendaftar ke PDIP dan mengikuti penjaringan DPD Partai Golkar Nganjuk belum lama ini.

Terkait dengan rencana koalisi, DPC Hanura Nganjuk yang memiliki 3 kursi di DPRD, saat ini sudah melakukan komunikasi politik lintas partai, ” Ada empat, lima partai yang sudah komunikasi, semuanya serius melakukan koalisi,” tandas Mas Angga

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed