oleh

Muspika Ngronggot, Cegah Sikap ‘Intoleran’ di Moment Bersih Dusun

Nganjuk- Berbagai cara dilakukan pemerintah maupun aparat penegak hukum, serta berbagai element masyarakat untuk mencegah faham radikalis dan sikap intoleran. Jika sebelumnya Polsek Kertosono membuat komitment dengan para ulama.

Tidak demikan dengan, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ngronggot yang memanfaatkan moment bersih dusun untuk memberikan arahan kepada masyarakat mencegah munculnya faham dan sikap yang berseberangan dengan landasan dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu.

“Betul, Bersama Pak Danramil dan Pak Kapolsek, dalam moment bersih dusun ini, kami gunakan untuk memberikan arahan kepada masyarakat agar menolak faham radikalis dan sikap intoleran,” ujar Camat Ngronggot Nafhan Tohawi kepada akurasinews.com via sosial media (sosmed) langsung dari acara bersih Dusun Barengan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Ngnjuk Jumat (21/07/2017) pagi ini.

Selain itu, acara yang merupakan agenda tahunan tersebut, merupakan wujud rasa syukur warga Dusun Barengan dengan limpahan nikmat yang diberikan Alloh Tuhan Yang Maha Esa, itu ditunjukkan dengan digelarnya kenduri bersama lengkap dengan sesaji yang dimanifestasikan kepada punden Dusun Barengan.

Bersih dusun itu, kata Nafhan Tohawi lagi, juga menggambarkan adanya perilaku rasa penghormatan terhadap orang yang lebih tua atau yang lebih dulu ada. Ini memberikan suatu tauladan, bahwa yang muda sudah sewajarnya memberi hormat kepada yang lebih tua. “Bagaimanapun orang yang lebih tua itu sebagai panutan, jadi bersih dusun ini sudah tradisi sejak dulu,” kata pejabat asal Prambon Nganjuk tersebut.

Dengan gotong royong di acara bersih dusun ini, lanjut Nafhan Tohawi, menunjukkan rasa kebersamaan dan persatuan, sama artinya menghilangkan sikap individualisme. “Kenduri yang dilakukan bersama seluruh warga pagi ini, digunakan Pak Danramil dan Pak Kapolsek untuk memberi pemaparan tentang faham radikalis dan sikap intoleran,” tutur Nafhan Tohawi.

Jadi, tutur Nafhan Tohawi lagi, meskipun saat ini perkembangan teknologi berpangkal pada kehidupan modern sangat berpengaruh, adat istiadat tetap dipertahankan, “Jangan sampai perkembangan zaman mengkikis adat istiadat masyarakat, khususnya wilayah Kecamatan Ngronggot ini. Karena tidak mustahil juga perkembangan zaman itu akan membuat pergeseran nilai yang dapat mendangkalkan adat istiadat ‘warisan’ leluhur,” urainya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed