oleh

Kompensasi Proyek Tol Telat, Warga Kedungregul Blokade Jalan

Nganjuk – Puluhan warga Dusun Kedungregul, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk melakukan aksi blokade jalan umum dusun setempat. Aksi itu dilakukan karena sub kontraktor mega proyek Nasional Tol Trans Jawa telat membayar kompensasi. Rabu (02/08/2017) siang ini.

“Sejak bulan Juli sampai sekarang belum dibayar, kami warga dusun ini (Kedungregul-red) memang sudah sepakat melakukan penutupan ini sejak tadi pagi,” kata Darmo salah satu panitia kompensasi dusun kepada akurasinews.com

Darmo mengakui, warga dusun setempat setiap bulan memang menerima kompensasi dampak pembangunan jalan tol sebesar Rp 25 juta, “Betul, sudah tujuh kali kami menerima, setiap bulan itu dua puluh lima juta, kami bagi rata, setiap KK (kepala keluarga) itu menerima tiga ratus ribu,” jelasnya.

Selain itu, warga juga memasang tarif untuk truk material yang melintas dengan harga bervariasi sesuai dengan besar truk, “Kalau itu hanya untuk malam saja, pagi sampai siang tidak bayar, karena apa, truk terkadang melintas sampai malam, harapan warga jangan sampai malam,” kata Darmo lagi.

Akibat dari aksi blokade itu, puluhan truk pengangkut material tanah uruk terpaksa berhenti di tepi jalan umum yang masuk wilayah hukum Polsek Warujayeng tersebut

“Tidak ada blokade jalan, ini hanya karena miss komunikasi saja, antara panitia dusun, perangkat desa dan pihak tol, kami sudah lakukan dialog tadi, besok akan kembali berunding di balai desa bersama dengan rekanan proyek tol PT CRBC,” tutur Kapolsek Warujayeng Kompol Edi Hariadi di lokasi kepada akurasinews.com siang ini.

Yang terpenting, lanjut Kompol Edi Hariadi, pihaknya melakukan pengamanan jalannya proyek Nasional tersebut, “Pembangunan tol maupun dobel track PT KAI itu adalah proyek Nasional, kami wajib melakukan pengamanan, jadi jangan sampai ada masalah antara warga dan kontraktor atau subkontraktor pelaksana proyek Nasional ini,” jelasnya.

Terpisah Wakijan, Kepala Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom yang juga berada di lokasi mengatakan, jika aksi tersebut merupakan salah faham warga Dusun Kedungregul, yang dikarenakan pihak subkontraktor tol telat memberikan kompensasi.

“Kompensasi itu pertama memang pihak desa yang menerima dan kami bagikan, namun untuk kedua dan seterusnya langsung diterima panitia dusun, lewat desa itu hanya sekali saja, besarnya dua puluh lima juta,” jelas Wakijan

Sementara itu, Menurut Moch Iskak penyedia material tanah uruk proyek tol trans jawa subkontraktor PT CRBC menjelaskan, keterlambatan kompensasi tersebut dikarenakan memang masih menunggu pencairan dana.

“Sebetulnya subkontraktor dan kami sendiri keberatan dengan jumlah kompensasi itu, tapi demi kelancaran jalannya pembangunan tol kita berikan setiap bulan dua puluh lima juta. Ini telat dua minggu,” kata Moch Iskak

Selain kompensasi, lanjut Moch Iskak, subkontraktor juga sudah melakukan penyiraman jalan setiap hari tiga kali untuk ” Penyiraman jalan sudah kami lakukan sehari tiga kali, portal meskipun dikeluhkan sopir, juga tetap dibayar, intinya ini demi kelancaran proyek tol,” jelas pria asal Pisang Patianrowo tersebut.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed