oleh

Polisi Gerebek Praktik Dokter Aborsi

Nganjuk – Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Nganjuk membongkar praktik aborsi dirumah dokter WB (77) di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjung Anom. Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

“Ada empat tersangka dalam kasus ini, semua masih dalam pemeriksaan.” ujar Kepala Kepolisian Resort Nganjuk Ajun Komisaris Besar Polisi Joko Sadono saat press release di halaman Mapolres Selasa (02/08/2017) siang ini.

Adapun, lanjut AKBP Joko Sadono selain dokter WB, tersangka lain dalam kasus ini adalah DSB (28) dan IRM ( 44) pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Tawang Desa Samirono Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang serta SMY (39) warga Dusun Pule Desa/Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi.

“Untuk tersangka IRM, masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. Dia adalah ibu yang baru saja mengugurkan kandungannya. sedangkan tersangka SMY itu adalah perantaranya” jelas AKBP Joko Sadono.

Pengungkapan kasus tersebut, lanjut AKBP Joko Sadono, berawal dari informasi masyarakat, ” Begitu mendapat informasi, anggota Satreskrim langsung melakukan penyelidikan. dan melakukan penggerebekan” terangnya.

Dari pengungkapan kasus ini, kata AKBP Joko Sadono lagi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, satu buah gunting penjepit, satu penjempit bengkok, satu baki bengkok, satu botol kecil, obat bius merk KTM, satu botol aquapro injeksi. satu buah mangkok tempat obat. Satu buah infus NACL, satu buah lampu. Satu buah ember tempat darah. Selimut warna coklat muda, dua gantungan kaki, bantal, sabun. alkohol. tensimeter. surat praktik. timbangan badan. satu lembar contoh surat pernyataan. dan uang tunai RP 3,5 juta.

“Dokter ini sudah pensiun sebetulnya, dia melakukan praktik ini sudah sekitar tiga tahun, dalam satu bulan rata-rata melakukan absorsi tiga sampai empat kali,” jabar AKBP Joko Sadono.
Kepada tersangka, diterapkan pasal 80 ayat 3 UURI No 35 tahun 2014. tentang perlindungan anak dan pasal 348 KUHP ” Untuk ancaman hukumannya lima belas tahun penjara.” tandas AKBP Joko Sadono

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed