oleh

Warga Watudakon, Demo Pelaksana Tol Mojokerto – Jombang

Jombang – Demo dilakuan warga Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang memprotes PT MHI (Marga Harjaya Indonesia) dan PT HKI (Hutama Karya Infrastuktur) kontraktor pelaksana proyek tol Mojokerto Jombang, karena uang kompensasi debu dua bulan molor. Sabtu (05/08/2017)

Selain itu, warga juga menuntut agar pelaksana proyek Nasional ini segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak dampak dari armada pengangkut material yang setiap hari melintas.

Warga juga meminta agar pelaksana proyek tol segera memperbaiki tembok rumah warga yang retak, jembatan desa yang rusak serta sejumlah tuntutan lain mulai dari perbaikan irigasi hingga perbaikan jalan menuju fly over yang dirasa terlalu tinggi.

“Pembangunan tol sesi dua ini membawa dampak yang serius, diantaranya kerusakan rumah warga, rusaknya jembatan masuk dusun, sering terjadinya banjir ketika hujan, dan terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa,” kata Sugiantono salah satu koordinator aksi.

Sementara itu, Rudy Hermanto warga Dusun Jungkir Desa Watudakon mengajukan tiga tuntutan kepada pelaksana proyek diantaranya, diberi penerangan jalan, kopensasi debu yang dua bulan segera direalisasi, rumah warga yang retak segera diperbaiki, dan kemiringan dinding penahan jembatan layang atau fly over yang membahayakan segera dicarikan solusi“Tiga permohonan kami ini kepada pelaksana proyek tol,” paparnya.

Sedangkan Arif Budiaji Kepala Dusun Watudakon, juga ikut menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya penambahan jembatan jalan masuk ke SD Negeri Watudakon, dan perbaikan irigasi yang sudah lama mati, “Ini adalah aspirasi warga Watudakon,” tuturnya.

Menanggapi aksi sekaligus tuntutan warga tersebut, Setyo Hartono, Humas PT HKI dan Tito dari PT MHI mengatakan akan segera melaporkan masalah tersebut kepada pimpinan masing-masing

“Untuk masalah penambahan jembatan maupun memperbaiki jembatan masih akan kita bicarakan ke pimpinan masing masing, tapi yang bisa terpenuhi saat ini masalah kompensasi rumah retak dan kopensasi debu,” kata Setyo Hartono

Kepala Desa Watudakon, Ainun Najib bersama Camat Kesamben, Johan Budi mengatakan akan terus berjuang untuk membantu dan mengawal tuntutan warga tersebut hingga terpenuhi.

“Ini merupakan  tuntutan logis dari warga dan memang harus dipenuhi oleh pihak pelakasana tol, saya dan pa kades akan mengawalnya, kasihan warga jika tidak mendapatkan haknya,” tandasnya

Reporter : Taufiqur Rachman

 

Komentar

News Feed