oleh

Rumah Pedagang Sate Berbek Ludes Terbakar

Nganjuk- Rumah milik Khoirul Ummah, warga Dusun Krajan, Desa Mlilir, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ludes terbakar. Diduga percikan api berasal dari tabung gas elpiji yang meledak ketika pedang sate ini mengikuti istighosah di masjid desa setampat.

“Tadi itu, rumahnya kosong, orangnya (Khoirul Ummah-red) sedang mengikuti istighosah di masjid, kalau keterangan dari warga ini akibat elpiji di dapur meledak,” kata Soim kepala Desa Mlilir Kacamatan Berbek Kabupaten Nganjuk kepada wartawan dilokasi tadi malam.

Sementara itu, menurut Adi, saksi mata dilokasi mengatakan, percikan api berasal dari bagian dapur rumah korban, “Tadi itu anak-anak di warnet, mendengar teriakan adik pemilik rumah, begitu kami keluar, api sudah membesar,” kata penjaga warnet tersebut.

Mengetahui kebakaran itu, warga langsung menghubungi Polsek Berbek serta petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Pemerintah Kabupaten Nganjuk, “Pukul sembilan belas tiga lima kami mendapat informasi, pukul sembilan belas lima puluh sudah sampai lokasi dan langsung melakukan pemadaman,” ujar kepala PMK Nganjuk Setyana Dwiharto S.sos, Kepala PMK Pemerintah Kabupaten Nganjuk kepada akurasinews.com Minggu (06/08/2017) pagi ini.

Masih kata Setyana, kebakaran yang terjadi pada Sabtu (05/08/2017) tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30, “Perkiraan kami, lima menit setelah kebakaran, warga menghubungi PMK, lima belas menit kami sampai lokasi, kita kerahkan tiga unit mobil damkar, satu jam kemudian api dapat kami kuasai,” jelasnya.

Meski tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, namun akibat musibah tersebut pemilik rumah  mengalami kerugian ditaksir sekitar Rp 150 juta, “Korban jiwa tidak ada, kalau kerugian materiil ratusan juta, rumahnya habis terbakar,” ungkap Setyana.

Setyana menghimbau kepada masyakat, apabila mengetahaui atau mengalami musibah kebakaran jangan sampai telat menghubungi PMK Nganjuk, hal itu untuk mencegah agar api tidak sampai merembet ke bangunan lain, “Apalagi kekabaran tadi malam berada di perkampungan padat penduduk, kalau sampai terlambat api bisa merembet ke bangunan lain yang ada di sekitarnya,” tandas Setyana.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed