oleh

PKC, Tingkatkan Produktifitas Pertanian

Nganjuk- Pupuk Kujang Cikampek (PKC) memiliki tekat kuat untuk meningkatkan produktifitas pertanian, hal itu diungkapkan oleh Antonius, Pimpinan Distributor PKC wilayah Jawa Timur saat panen raya bawang merah di Desa/Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Senin (07/08/2017).

“Selain mendukung program Nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan, untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, secara khusus PKC juga mendukung pemerintah daerah sebagai sentra penghasil bawang merah tingkat Nasional,” ujar Antonius kepada akurasinews.com malam ini via sosial media.

Dalam acara panen raya yang dihadiri sejumlah Pejabat Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Nganjuk,  Plt Sekda Nganjuk Agoes Subagyo, Muspika Kecamatan Rejoso, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Kecamatan Rejoso, Gondang, Bagor dan Sukomoro tersebut, Antonius juga menjelaskan jika PKC saat ini juga telah membuka klinik pertanian.

“Tadi juga sudah kami sampaikan, untuk memberikan edukasi kepada para petani khususnya bawang merah, PKC telah membuka klinik pertanian, hal ini dimaksudkan agar permasalahan yang dialami para petani bawang merah dapat segera teratasi,” tutur Antonius.

Terpisah Achmad Sarif, koordinator distributor PKC wilayah Kabupaten Nganjuk berharap, dengan sejumlah terobosan yang dilakukan oleh PKC, para petani dapat memperoleh hasil panen maksimal, “Apalagi di Nganjuk ini merupakan sentra bawang merah Nasional seperti halnya wilayah Berbes,” kata mantan Kepala Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk tersebut.

Dengan berbagai macam terobosan tersebut, PKC berusaha mengembalikan fungsi lahan produktif sehingga hasil panen para petani dapat maksimal sesuai harapan, “Kalau kondisi area tanam subur, tentunya hasil panen maksimal, ini merupakan salah satu tujuan PKC untuk meningkatkan hasil panen petani khususnya bawang merah di Kabupaten Nganjuk ini,” jelas Achmad Sarif.

Seperti diketahui, lanjut Achmad Sarif, bawang merah adalah komoditas penting. Permintaan bawang merah diperkirakan akan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Dengan semakin besar jumlah permintan, perlu diupayakan usaha peningkatan produksi agar kebutuhan dan permintaan pasar dapat terpenuhi. Salah satu titik kritis produksi bawang merah adalah kesesuaian lingkungan tumbuh dan iklim,” paparnya.

Karena apa, tambah Achmad Sarif, bawang merah adalah komoditas yang memiliki karakteristik sensitif terhadap perubahan suhu, kombinasi suhu siang dan malam, serta kelembaban. “Nek wong jowo omong, koyok ngramut bayi (kalau orang jawa bilang itu, seperti merawat bayi),” katanya.

Begitu pentingnya komoditas tersebut, pengembangan bawang merah juga harus mendapat perhatian khusus, karena bertujuan untuk meningkatkan stabilitas produksi, ketersediaan/distribusi, pemanfaatan sekaligus harga.

“Intinya PKC ingin meningkatkan hasil pertanian, sehingga harus dicoba oleh kalangan petani,” jelas Achmad Sarif seraya mengatakan prosentase kelebihan penggunaan pupuk PKC jika dibanding dengan pupuk lain.

Kepala Dinas pertanian Pemerintah Kabupaten Nganjuk Agus Subagyo menyambut baik serangkaian terobosan yang dilakukan oleh PKC untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Kabupaten Nganjuk

“Untuk diketahui, bawang merah hasil para petani Nganjuk ini, selain sebagai bahan olahan, juga sangat cocok dijadikan bibit tanam untuk seluruh iklim di Nusantara, bibit unggul hasil tanam petani Nganjuk ini dikenal dengan nama varietas tajuk,” kata Agoes Subagyo yang juga menjabat sebagai Plt Sekda Pemrintah Kabupaten Nganjuk.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed