oleh

Jembatan Brawijaya Mangkrak, Laju Perekonomian Rakyat Terhambat

Kediri – Empat tahun sudah mega proyek jembatan Brawijaya Kota Kediri, Jawa Timur, mangkrak, dan hingga saat ini belum jelas kapan proyek yang kesandung masalah hukum itu bakal dilanjutkan. Jika kondisi itu tetap dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menghambat laju perekonomian masyarakat kota Kediri.

Hal ini seperti yang disampaikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Kediri, Selasa (08/08/2017).

Massa menuntut, agar Pemerintah Kota Kediri segera melanjutkan pembangunan Mega Proyek Jembatan Brawijaya secepatnya. Karena fungsi jembatan itu mempermudah aktifitas perekonomian rakyat.

Puluhan mahasiswa itu menggelar orasi sekitar pukul 09.00 WIB, dimulai dari Balai Kota Kediri, Gedung Nasional Indonesia (GNI), hingga finish didepan pintu gerbang kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri.

Suasana sempat memanas, karena tidak ada satupun wakil rakyat yang berada di Kantor. Aksi demo di halaman gedung wakil rakyat itu dijaga ketat tim gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP Kota Kediri yang berjumlah 300 personel.

Sekitar satu jam melakukan orasi dan sholawat, Sekretaris Dewan (Sekwan), Rahmad Hari Basuki menemui demonstran.”Kebetulan gedung DPRD Kota Kediri masih kosong, sebab semuanya saat ini ada agenda hearing diluar Kota. Namun aspirasi kalian semua nanti tetap akan saya terima dan segera akan saya sampaikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Kediri, Abdul Aziz mengatakan, mahasiswa akan mengagendakan untuk kembali ke balai Kota Kediri meminta penjelasan langsung dari Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dan perihal penandatanganan pakta integritas.

Mengingat beberapa jembatan tua yang ada di Kota Kediri juga sudah banyak yang rusak dan bahkan ada yang sudah tidak bisa difungsikan seperti Jembatan Mrican.

Reporter : Rianto

Komentar

News Feed