oleh

Mas Teguh “Resik-Resik” Nganjuk

Nganjuk- Teguh Juniadi relawan Joko Widodo (Jokowi) yang telah resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon bupati Nganjuk ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur mengaku memiliki konsep “Resik-Resik” untuk Kabupaten Nganjuk

“Maknanya luas, resik-resik itukan program Pak Jokowi, resik ya pemerintahannya bersih (clean  goverment), jalan-jalan halus, sarana dan prasarana memadai, kita bersih-bersih untuk Nganjuk lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera,” kata Mas Teguh sapaan akrab Teguh Juniadi

Konsep itu, lanjut Mas Teguh, ditawarkan kepada masyarakat Nganjuk sebagai salah satu program untuk menjadikan Kabupaten Nganjuk ini menjadi lebih indah, “Saya tidak mau komentar tentang Nganjuk yang sekarang, karena apa, mencari kesalahan orang lain itu sangatlah mudah, ibarat membalikkan telapak tangan, saya hanya ingin membawa perubahan untuk Nganjuk menjadi lebih baik itu saja,” tuturnya.

Relawan Jokowi yang memiliki usaha properti di wilayah Kabupaten Kediri tersebut enggan menyebut besar modal yang telah dipersiapkan untuk merebut ‘tahta’ kabupaten berjuluk Anjuk Ladang tersebut, justru ia berharap masyarakat Nganjuk lebih cerdas dalam memilih calon ‘pelayan’

“Menjadi bupati itukan pelayan masyarakat. Untuk apa menyiapkan anggaran puluhan miliar toh begitu  menjabat itu melayani masyarakat, jadi ya biar masyarakat yang memilih, mana calon yang pas untuk menjadi pelayan di Nganjuk ini selama lima tahun itu,” jelasnya.

Jika, lanjut Mas Teguh seorang cabup mengeluarkan anggaran sampai puluhan miliar, begitu jabatan berhasil diraih, bukan melayani masyarakat atau menjaga agar pemerintahan bersih, namun justru berfikir bagaimana cara mengembalikan anggaran yang sudah dikeluarkan.

“Seumpama habis puluhan miliar, sebagai manusia tentu akan menghitung, dana itu akan kembali berapa tahun, lebih parahnya lagi, berapa jumlah keuntungan yang akan didapat, dari jumlah dana yang dikeluarkan untuk menjadi seorang bupati atau wakil bupati itu,” tutur Mas Teguh.

Dengan menawarkan konsep “Resik-Resik” tersebut, Mas Teguh berharap, nantinya masyarakat Kabupaten Nganjuk tidak kecewa dengan pilihan yang telah ditentukan, “Saya hanya tidak ingin masyarakat Nganjuk kecewa, karena salah dalam memilih calon pelayan lima tahun kedepan,” tutupnya.

Reporter : Agus Bima         

Komentar

News Feed