oleh

Gara-gara Air, Petani Jombang Bunuh Tetangga

Jombang- Diduga gara-gara air irigasi seorang petani terlibat cek cok mulut yang berujung pada tindak pidana pembunuhan. Adalah Mustopa (59) seorang petani, asal Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur meregang nyawa setelah dibacok oleh Kasan (56) tetangganya, di area persawahan dusun setempat. Rabu (09/08/2017) pukul 10.00 WIB

“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka membacok korban hingga meninggal dunia setelah terlibat cekcok mulut karena masalah air irigasi di persawahan,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Jogoroto Ajun Komisaris Polisi Sumiyanto, SE kepada akurasinews.com

Pembacokan itu, lanjut AKP Sumiyanto, bermula ketika tersangka mengaliri area persawahan dusun setempat, tiba-tiba didatangi korban karena sawahnya belum mendapat pasokan air, diduga karena selisih faham kedua petani satu dusun dan saling mengenal tersebut terlibat cek cok.

“Jadi tadi pagi itu, tersangka mengaliri area persawahan, kemudian terlibat cek cok dengan korban, karena tidak bisa menahan emosi, terjadi tindak pidana penganiayaan, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi dengan luka bacok,” jelas AKP Sumiyanto.

Setelah membacok korban, lanjut AKP Sumiyanto, tersangka langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Jogoroto, “Jadi setelah melakukan tindak pidana itu, tersangka menyerahkan diri ke Mapolsek, kami juga langsung mengevakuasi tubuh korban ke RSUD untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.

Selain telah mengamankan tersangka, tambah AKP Sumiyanto lagi, kepolisian juga sudah mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang digunakan tersangka untuk melakukan kejahatan, “Tidak ada motif dendam, tindak pidana ini murni karena tindak spontanitas tersangka, karena tidak mampu membendung emosi,” terangnya.

Tersangka untuk selanjutnya dikirim ke Markas Kepolisian Resort Jombang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Satuan Reseres Kriminal, “ Kita kirim ke Mapolres Jombang, untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Satreskrim,” tandas AKP Sumiyanto

Reporter :  Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed