oleh

Nganjuk ‘Diserbu’ Penjual Bendera Musiman Garut

Nganjuk- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI), 17 Agustus mendatang semakin terasa. Itu terlihat dari mulai ramainya pedagang bendera musiman yang menghiasi sejumlah ruas jalan protokol kota Nganjuk.

Kabupaten yang memiliki sebutan Anjuk Ladang tersebut nampaknya menjadi ladang ‘basah’ para penjual bendera musiman, terbukti di sepanjang jalan Dipenogoro Kota Nganjuk saja, terdapat 7 penjual bendera musiman yang rata-rata berasal dari Kabupaten Garut Jawa Barat.

Para penjual dengan logat khas jawa barat itu menawarkan bendera dengan beragam ukuran dan variasi bentuk, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Mulai jenis umbul-umbul, umbul-umbul badir dan umbul-umbul latar, dan ukuran bendera pada umumnya.

Solih (50) salah seorang pedagang musiman di Jalan Diponegoro Kota Nganjuk mengaku sudah satu minggu berjualan. Pedagang asal Sayuran, Garut, Jawa Barat ini datang ke Kota Nganjuk bersama dengan 8 rekannya.

“Kelompok saya ada delapan, kalau semua banyak, jumlahnya berapa kurang tahu yang dari Garut saja,” katanya saat ditemui akurasinews.com, Rabu (09/08/2017) siang ini, didepan gedung balai budaya Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Solih,  bersama dengan kelompoknya akan berjualan bendera di Kota Nganjuk selama 16 hari, “ Jadi sejak tanggal satu kita jualan, besok tanggal enam belas pulang kampung,” terangnya.

Untuk harga, lanjut Solih, bendera yang dijualnya beragam, mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu tergantung dari ukuran dan bentuk bendera. Namun bapak tiga orang anak enggan mengatakan berapa jumlah keuntungan yang didapat selama berjualan bendera musiman, “ Adalah, cukup untuk makan dan beli beras di kampung nanti,” ucapnya.

Solih mengaku, tahun sebelumnya, dia berjualan bendera di Balikpapan.Pontianak. Bangka Belitung, “Sudah lima tahun jualan bendera musiman,pindah-pindah kalau di Nganjuk baru sekali ini, menggantikan kopanakan, biasanya keponakan yang jual disini,” bebernya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed