oleh

Ngaku Tentara Peta, Petani Tipu Ratusan Juta

Jombang – Berbagai macam modus penipuan penggandaan uang dilakukan para pelaku kejahatan untuk mengeruk keuntungan, kali ini tindak pidana itu dilakukan oleh MD (65) seorang petani, asal RT 02 RW 01 Dusun Turi, Desa Kedungturui, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Hanya dengan mengaku sebagai salah satu tentara pejuang Peta, dia berhasil menipu ratusan juta rupiah dari 11 korban, “Pelaku mengaku sebagai salah satu anggota pejuang peta yang hilang ketika berjuang merebut kemerdekaan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang Ajun Komisaris Polisi Wahyu Norman kepada akurasinews.com Jumat (11/08/2017)

Adapun, lanjut AKP Wahyu Norman, penipuan tersangka diketahui setelah salah satu korban bernama Mukhtarom (42) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang Jawa Timur, melapor ke Mapolres Jombang.

Mengenai modus yang digunakan tersangka dengan cara mengiming imingi korban, jumlah uang berlipat setelah melakukan serangkaian ritual di sebuah kamar khusus, “Jadi dirumah korban, tersangka meminta ruang khusus untuk melakukan ritual penggandaan uang, kamar itu dinamankan ruang amanah ” jelas AKP Wahyu Norman.

Meski, kata AKP Wahyu Norman lagi, masih satu korban yang melapor tentang kejahatan tersangka yang dilakukan sejak tahun 2014 itu, kepolisian telah memiliki data 11 orang korban dari berbagai wilayah diantaranya Jombang, Nganjuk dan Kediri.

“Ada sebelas korban, kemungkinan karena yang lain masih menunggu waktu, makanya baru satu yang melapor, tersangka menjanjikan jumlah uang berlipat setelah menaruh uang dikamar amanah selama tiga tahun, dan untuk korban yang melapor, karena sudah tiga tahun dicek, ternyata tidak ada uang yang dijanjikan, di kamar hanya ada sepuluh lembar uang mainan” terang AKP Wahyu Norman.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah bukti diantaranya, wayang semar, pusaka kembang cempaka mulya, pusaka singo barong, pusaka nogo windu hingga foto Presiden Soekarno. Selain itu, peralatan ritual berupa kain mori, kopiyah, minyak fambo, sajadah, bawang merah dan jubah putih.

“Semua bukti itu kami dapat dari ruang amanah rumah korban, jadi setelah tersangka melakukan ritual dan meminta uang tebusan, meminta agar korban tidak membuka kamar selama tiga tahun,” jabar AKP Wahyu Norman.

Berikut data para korban yang diharapkan petugas segera melapor ke Mapolres Jombang, Imam (Ploso), Fauzi (Pare), H. Har (Pare), Hendro (Perak), Apeng (Porong), Muhadi (Candimulyo), Pak Pud (Gudo), Dasi (Nganjuk), Bambang (Nganjuk) dan Cholil (Jogoroto), “Kami himbau para korban melapor ke Mapolres Jombang, karena kerugian setiap korban rata-rata seratus juta rupiah,” pungkas AKP Wahyu Norman

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed