oleh

Sidak Gudang Bulog, DPRD Jombang Temukan Beras Kerkutu

Jombang – Inspeksi mendadak (sidak) anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jombang di dua gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Desa Tunggorono dan Desa Dapur Kejambon, Jombang menemukan beras berkutu dan berwarna kuning.

“Betul ada beras berkutu dan berwarna kuning, kemungkinan ini karena terlalu lama disimpan dalam gudang, kami berharap dalam penyimpanan beras tidak terlalu lama, sehingga beras bisa tersalur kepada masyarakat dalam kondisi baik,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jombang, Rahmad Abidin, S.tP kepada akurasinews.com Jumat (11/08/2017).

Sidak yang digelar pada Kamis (10/8/2017) siang itu, bermula dari laporan masyarakat kepada wakil rakyat tentang beras tidak layak konsumsi yang pernah diterima, “Jadi sidak ini kami lakukan karena ada keluhan masyarakat yang masuk ke komisi B tentang kualitas beras yang kurang bagus, diterima tiga minggu lalu” jelas Rahmad Abidin.

Selain itu, lanjut Ahmad Abidin, sidak juga untuk melakukan pengecekan tentang serapan beras yang sudah masuk gudang bulog, “Kita juga ingin tahu, kenapa tahun ini daya serap hingga masuk bulan kedua di semester kedua ini baru terserap tiga puluh enam ton, padahal tahun kemarin mencapai tujuh puluh ton,” jabarnya.

Sementara itu, ditemui di gudang bulog Dapurkejambon, anggota Komisi B DPRD Jombang, Novita Eki Wardani, mengatakan tidak ada temuan “Di bulog Dapurkejambon tidak ada masalah, beras dalam kondisi normal,” ungkapnya.

Lanjut, Novita Eki Wardani, Komisi B DPRD Jombang sudah memberikan rekomendasi kepada bulog, agar tidak melakukan penyimpanan beras terlalu lama, maksimal 6 bulan, agar saat diberikan kepada masyarakat tidak banyak keluhan.

“Harapan saya, apabila ada temuan dilapangan segera mungkin masyarakat melapor ke desa, dan perangkat langsung melapor ke pihak bulog, agar diganti dan apabila ada keluhan, Komisi B DPRD Jombang siap menindak lanjuti,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan, Arsyad, mengatakan, beras yang berwarna kecoklatan itu adalah stok dari tahun 2016 sedangkan yang kondisinya normal (lebih putih) adalah beras tahun 2017.

“Beras yang berubah warna digudang ini adalah stock tahun lalu (2016-red), tapi secara kualitas tetap  layak konsumsi. Selama ini kita sudah berupaya melakukan perawatan  beras, dengan jalan fumigasikan (pengendalian hama menggunakan asap pestisida) secara periodik supaya tidak ada kutu saat didistribusikan,” kata Arsyad.

Untuk, tambah Arsyad, beras yang sudah terlanjur di distribusikan kepada masyarakat, namun tidak layak konsumsi bulog bersedia mengganti, “Berdasarkan penelitian, beras tetap layak konsumsi meski disimpan di gudang selama dua tahun, dan sampai sekarang tidak ada yang mengeluh, tapi jika ada laporan, kami siap untuk menganti dengan yang baru,” terangnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed