oleh

Sidak SMP Penerima DAK, Komisi III Temukan Indikasi Perbuatan Melawan Hukum

Nganjuk- Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan oleh komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nganjuk, Jawa Timur kepada dua lembaga pendidikan yang mendapat kucuran dana alokasi khusus (DAK), Jumat (11/08/2017).

Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasaan, komisi yang membidangi tentang masalah pembangunan tersebut menemukan indikasi adanya perbuatan melawan hukum di SMPN II Tanjunganom dan SMPN I Baron, dimana kedua lembaga pendidikan itu menerima kucuran dana alokasi khusus untuk pembangunan lokal kelas.

“Ada indikasi perbuatan melawan hukum, proyek yang semustinya dikerjakan swakelola ini, digarap oleh pihak ketiga, inikan sudah menyalahi aturan,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Nganjuk, Fauzi Irwana SE kepada akurasinews.com sore ini.

Selain itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Nganjuk tersebut, untuk rangka yang digunakan membangun lokal kelas juga tidak sesuai, “Sangat terlihat, dimana rangka besi untuk kolom itu ada yang ukuran delapan, ada juga yang ukuran sepuluh, inikan tidak benar, masak RAB (Rencana Anggaran Biaya-red) seperti itu” jelas Fauzi Irwana.

Bahkan, anggaran ratusan juta rupiah yang semustinya dipergunakan untuk membangun lokal laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) lengkap dengan perabot didalamnya itu diganti dengan pembangunan lokal perpustakaan, “Kami heran saja, kenapa bisa demikian,” ungkap Fauzi Irwana.

Untuk itu, lanjut Fauzi Irwana, dalam waktu dekat komisi III akan segera memanggil kepala UPTD SMPN II Tanjunganom dan kepala UPTD SMPN I Baron sekaligus Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk dimintai klarifikasi.

“Komisi tiga sebelumnya sudah menanyakan RAB pembangunan di kedua lembaga pendidikan ini, tapi oleh dinas tak kunjung diberikan, anehnya kalau memang belum ada RAB, kenapa kok sudah dikerjakan, dan anggaran tahap awal (termint pertama-red) juga sudah diterima pada tiga puluh juli kemarin,” tandas Fauzi Irwana.

Apabila, kata Fauzi Irwana lagi, nantinya aparat penegak hukum betul-betul menemukan perbuatan melawan hukum, komisi III merekomendasi langkah-langkah aparat untuk melakukan tindakan tegas, “ Kita rekomendasi, RAB belum ada, proyek sudah dilaksanakan, rangka besi ukuran juga berbeda, pekerjaan yang seharusnya swakelola justru dilaksanakan pihak ketiga, komplit sudah, ini luar biasa,” jabar Fauzi Irwana.

Terpisah, menanggapi temuan komisi III DPRD Nganjuk tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk Drs Sujito mengatakan akan segera melakukan kroscek kepada kedua lembaga pendidikan tersebut.

“Segera kita cek, sidaknya baru tadikan, kami belum menerima laporan, begitu laporan masuk, langsung kita akan ambil tindakan,” kata Sujito singkat sembari mengatakan sedang mengikuti rapat kedinasan saat dihubungi akurasinews.com

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed