oleh

Polsek Jogorogo Gerebek Rumah Produksi Handak

Jombang – Seminggu terakhir Kepolisian Sektor Jogoroto Jombang Jawa Timur mengungkap dua kasus besar, pertama pembunuhan Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, kemarin menggerebek dua unit rumah yang dijadikan rumah produksi bahan peledak (handak)

“Seminggu ini dua pengungkapan kasus, pertama pembunuhan di Dusun Beji, kalau kemarin itu anggota menggerebek dua rumah yang dijadikan sebagai tempat produksi handak (bahan peledak-red) dikemas menjadi petasan atau mercon,” jelas Kepala Kepolisian Sektor Jogorogo Ajun Komisaris Polisi  Sumiyanto, SE. kepada akurasinews.com, Selasa (15/08/2017).

Kedua pelaku yang hingga berita ini dirilis masih menjalani pemeriksaan tersebut diantaranya, Nurhudin (53) warga Dusun Jogorogo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang dan Ikhsan (62)  warga asal Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang

“Dari kedua pelaku ini, kami amankan ribuan petasan siap jual, petasan setengah jadi maupun yang masih berupa bahan peledak, serta sejumlah alat yang digunakan untuk membentuk petasan, jadi keduanya adalah produsen petasan,” jelas AKP Sumiyanto.

Penangkapan pada Senin (14/08/2017) siang itu bermula dari petugas Unit Reskrim Polsek Jogorogo yang mendapat informasi masyarakat sekitar pukul 11.30 WIB, “Begitu mendapat informasi, anggota langsung melakukan penyelidikan,” jabar AKP Sumiyanto.

Selanjutnya, tambah AKP Sumiyanto, petugas melakukan penggerebekan di rumah milik Nurhudin, dari rumah tersebut petugas menemukan barang bukti berupa 2.223 buah petasan, jumlah itu terdiri dari petasan sreng ukuran kecil 1.068 buah, ukuran sedang (setengah jadi) 123 buah, ukuran sedang sudah jadi 107 buah dan 925 buah petasan sreng ukuran sedang.

“Sedangkan dirumah pelaku Iksan anggota menyita barang bukti berupa tiga buah kardus berisikan masing-masing petasan renteng dengan panjang lima meter, delapan belas buah petasan berukuran besar, dua ratus gram serbuk peledak dan tiga ikat sumbu petasan,” urai AKP Sumiyanto.

Selain itu, tambah AKP Sumiyanto, petugas juga mengamankan barang bukti berupa peralatan yang digunakan kedua pelaku memproduksi petasan seperti, 2 buah pisau karter, 1 buah gunting, 1 buah lem glukol kecil, dan 1 ikat lidi yang terbuat dari bambu.

“Kedua pelaku disangkakan melanggar pasal 1 ayat (1) dan (3) UU Darurat No 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara, “ pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rahcman

Komentar

News Feed