oleh

HUT 72 RI, Pembunuh Berantai Terima Remisi

Nganjuk- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaaan Republik Indonesia (RI) menjadi moment penting bagi terpidana kasus pembunuh berantai Mujianto, pemuda asal Desa Jatikapur, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jatim tersebut dapat bernafas lega setelah menerima remisi 5 bulan dari vonis 9 tahun yang diterimanya sejak tahun 2012 lalu.

Mujianto ketika diamankan tim buru sergap Polres Nganjuk tahun 2012 lalu.

“Mujianto sudah menjalani hukuman selama lima tahun dari vonis sembilan tahun, pemberian remisi ini sudah sesuai,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nganjuk Mansur,S.Sos,M.Si kepada awak media Kamis (17/08/2017)

Vonis 9 tahun penjara tersebut, jelas Mansur untuk 4 korban pembunuhan, sehingga saat ini masih ada 11 berkas perkara yang masih disimpan penyidik, “Jadi untuk berkas lain belum disidangkan, apakah berkas itu sudah P21 atau belum, yang pasti masih berada di penyidik Polres,” jelasnya.

Seperti diketahui, Selasa 13 November 2012 silam, Majelis hakim Pengadilan Negeri Nganjuk memvonis Mujianto sembilan tahun penjara dalam kasus pembunuhan berantai yang dilatarbelakangi cinta sesama jenis .

Para Tahanan Menerima Remisi pada peringatan HUT 72 RI, 2017

Ketua Majelis Hakim Pujo Saksono SH MH, mengatakan pelaku secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindakan percobaan pembunuhan pada empat korban. “Dengan berbagai macam bukti baik yang meringankan maupun berat, terdakwa divonis sembilan tahun penjara,” katanya dalam siding saat itu.

Vonis itu memang lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut delapan tahun penjara. Jaksa menjerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana pembunuhan berencana. Pasal itu juga digunakan oleh Majelis Hakim untuk memutuskan vonis bagi Mujianto itu.

Pada moment HUT RI ke 72 ini, lanjut Mansur Kemenkumham mengeluarkan SK remisi kepada 84 narapidana dan 9 SK Remisi Umum kepada 9 narapidana dinyatakan bebas tahanan. “Total SK remisi ada sembilan puluh tiga, delapan puluh empat napi masih menjalani sebagai warga binaan, sembilan orang kasus pidana umum dinyatakan bebas tahanan,” jelasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed