oleh

Korban Baru 3 Hari Bekerja di Kapal Tongkang Batubara

Nganjuk- Kabar kematian Muhamad Khanif pemuda asal RT 001, RW 006, Dusun Dlopo Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupataten Nganjuk, Jawa Timur, yang mayatnya ditemukan di pantai Pandaran Sampit, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah Kamis (17/08/2017) pukul 05.00 WITA, membuat shock pihak keluarga.

Tohari ayah korban M Khanif dikonfirmasi wartawan.

Pemuda kelahiran Nganjuk, 17 Mei 1994 tersebut adalah putra pertama pasangan suami istri (pasutri)  Tohari (47) dan Tarwiyati (45), keduanya terlihat shock setelah mendapat kabar dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Nganjuk tentang kematian putra tercintanya.

“Delapan hari lalu kami mendapat kabar dari petugas Basarnas Kalimantan Selatan, putra kami mengalami kecelakaan di laut, dan masih dicari petugas, kami tidak menyangka kalau ternyata ditemukan pagi tadi sudah meninggal,” kata Tohari dengan mata sembab seolah menahan air mata.

Tohari mengaku, kemarin malam atau sehari sebelum mendapat kabar anaknya ditemukan warga di pantai Pandaran Sampit, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah, mimpi bertemu dengan anaknya, “Saya mimpi, dia (korban-red) pulang diantar oleh pria yang memakai jubah putih, ternyata ini adalah pelambang kalau dia sudah meninggal,” tutur Tohari, didampingi istrinya Tarwiyati yang terus mengeluarkan air mata.

Kerabat dan tetangga mendatangi rumah duka

Korban sebetulnya sudah lama bekerja di batubara sudah sejak enam tahun yang lalu, “Sudah enam tahun bekerja di batubara, Banjarmasin sana. Tapi terus pindah perusahaan, dan di perusahaan yang baru ini baru bekerja selama tiga hari sebagai operator alat berat,” timpal Budi saudara korban.

Kecelakaan yang dialami korban itu berawal ketika korban istirahat, pamit kepada temannya untuk buah air besar di sisi kapal tongkang, diduga karena terpeleset korban tenggelam, “Itu keterangan dari teman kerja Mas Khanif, ketika buang air besar di sisi kapal tongkang terpeleset ke laut,” jelas Budi.

Kecelakaan itupun langsung dilaporkan aparat dan basarnas serta pimpinan perusahaan tempat korban bekerja, “Petugas informasinya juga langsung melakukan pencarian, dan baru tadi kami mendapat informasi ditemukan di pantai itu,” papar Budi.

Tarwiyati Ibunda korban Muhamad Khanif (kerudung merah baju warna hijau motif bunga) terus menangis ditenangkan keluarga.

Seperti diberitakan akurasinews.com, kabar ditemukannya mayat seorang pemuda dengan Kartu Tanda Panduduk (KTP) asal RT 001 RW 006, Dusun Dlopo Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupataten Nganjuk, Jawa Timur, di Pantai Pandaran, Sampit, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (17/08/2017) diterima redaksi akurasinews.com

Sesuai dengan informasi netizen, pemuda bernama lengkap Muhamad Khanif dengan tempat tanggal lahir Nganjuk 17 Mei 1994 tersebut ditemukan penduduk sekitar Pantai Pandaran Sampit pukul 05.00 WITA.

Informasi tentang penemuan jenazah tersebut cepat menyebar setelah diunggah di akun facebook netizen dan group WA para warganet, “Tolong hub Polsek Ngetos,” pesan warganet asal Bagor Nganjuk, Arifin Taher saat mengirim informasi ke redaksi akurasinews.com

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed