oleh

Pemuda Asal Nganjuk Ditemukan Tewas di Pantai Kotawaringin

Nganjuk– Seorang pemuda dengan Kartu Tanda Panduduk (KTP) asal RT 001 RW 006, Dusun Dlopo Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupataten Nganjuk, Jawa Timur, ditemukan tak bernyawa di pantai pandaran Sampit Kota Waringin Timur Kalimantan Tengah Kamis (17/08/2017)

Sesuai dengan informasi yang diterima redaksi akurasinews.com dari netizen, pemuda bernama lengkap Muhamad Khanif dengan tempat tanggal lahir Nganjuk 17 Mei 1994 tersebut ditemukan penduduk sekitar Pantai Pandaran Sampit pukul 05.00 WITA.

Informasi tentang penemuan jenazah tersebut cepat menyebar setelah diunggah di akun facebook netizen dan group WA para warganet, “Tolong hub Polsek Ngetos,” pesan warganet asal Bagor Nganjuk, Arifin Taher saat mengirim informasi ke redaksi akurasinews.com.

Begitu juga dengan warganet asal wilayah prambon bernama Suparni, dengan informasi yang sama ia menulis “Ada kabar ni dr wa” katanya via sosmed kepada akurasinews.com, “G tau ini dari grop kor. Apa tak tnya dlu” jawabnya ketika redaksi akurasinews.com mencoba menggali informasi.

Sore ini, warganet kembali mengirimkan informasi lebih lengkap tentang penemuan jenazah pemuda asal Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan, Ngetos Kabupaten Nganjuk di Pantai Pandaran Sampit Kota Waringin Timur Kalimantan Tengah tersebut. Diketahui korban adalah operator alat berat di kapal bongkar muat batubara.

Postingan dari warganet menulis, jika informasi tersebar setelah Amang Nasir seorang bos kelotok di ujung pantai pandaran sampit menghubungi Ijay 28 Harma BJB “Ulun dihubungi bos kelotok pandaran” tulis Ijay Harma di keterangan postingan yang tersebar sesuai yang diterima akurasinews.com

Korban selama ini tinggal di Perumahan Wela Mandiri Blok B3 No 168 RT 15 Kelurahan Syamsudin Noor Landasan Ulin Banjarbaru “ Perumahan itu tempat istirahat beliau (korban-red) bersama mas Budi kaka sepupunya,” tulis Ijay Harma lagi.

Informasi, tulis Ijay Harma juga langsung dikirim kepada keluarga korban di Nganjuk “ Jadi untuk pihak keluarga langsung terbang untuk melakukan penjemputan ke sampit, dan jenazah rencana dibawa ke rumah duka di Nganjuk,” kata Ijay Harma di sosial media.

Terima kasih untuk rekan-rekan yang telah menyebarluaskan informasi, terutama untuk Group WA Banjarbaru Rescue 698 “ Itulah gunanya sosial media, bila ada salah kata maupun kekurangan dalam penyampaian berita ini ulun minta maaf,” tulis Ijay Harma di akhir informasinya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Ngetos Ajun Komisaris Polisi Mas Herly mengatakan sudah langsung mengirimkan informasi tersebut kepada kepala desa Kepel, “ Terima kasih infonya, sudah kita sampaikan kepada kades Kepel,” katanya via sosmed.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed