oleh

Alun-alun ‘Dibombardir’, Cak Besut Bakar Semangat Masyarakat Jombang

Jombang – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 72 di alun-alun Jombang dengan inspektur upacara Bupati Jombang  Dr. Ec. Nyono Suharli Wihandoko diwarnai aksi ‘peperangan’ beberapa saat setelah detik-detik proklamasi kemerdekaan, tiba-tiba saja pasukan kompeni belanda membombardir alun-alun.

Teratrikal “Gendero Pusoko” di alun-alun Jombang (Taufiqur Rachman/akurasinews.com)

Serangan itupun langsung dibalas oleh masyarakat kota santri yang dipimpin olek Cak Besut, teratrikal kolosal dengan tajuk “Gendero Pusoko” itu menggambarkan bagaimana masyarakat Jombang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Cerita yang berjalan beberapa puluh menit ini digagas oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), dengan melibatkan insan teater dan para pelajar SMA Negeri 2 Kabupaten Jombang.

Alur ceritanya, kala itu rakyat Jombang awalnya digambarkan mengalami kekalahan karena pertahanan yang lemah dan kurangnya semangat. Namun, ketika sesosok berbaju putih berkupluk dan selendang merah yang diketahui kemudian adalah Cak Besut muncul dan mulai membakar semangat rakyat Jombang, perlawanan pun dimulai.

BOM : Digambarkan pasukan penjajah memborbardir alun-alun Jombang kala itu (Taufiqur Rachman/akurasinews.com)

“Teater ini menunjukkan betapa beratnya pejuang dulu merebut kemerdekaan. Peran cak besut juga luar biasa, memompakan semangat masyarakat untuk berani memberontak, dan melawan penjajah” ucap Bupati Nyono.

Bupati Jombang berpesan kepada semua masyarakat, untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan “Kemerdekaan ini merupakan kemerdekaan secara ekonomi, politik, sosial serta budaya, dan diharapkan masyarakat betul-betul menikmati kemerdekaan yang ketujuh puluh dua tahun ini,” pungkasnya.

Reporter Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed