oleh

Tunggu Rekom Puslit Arkenas, Candi Gempur Kembali ‘Terkubur’

Kediri – Kondisi Candi Gempur di Desa Adan – Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, saat ini tampak terbengkelai, bahkan keberadaan beberapa arca nyaris tertimbun tanah. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menyebut, lamanya proses ekskavasi candi disebabkan rekomendasi dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) hingga saat ini tak kunjung turun.

“Informasinya, penelitian Puslit Arkenas belum selesai, sehingga rekom untuk ekskavasi juga belum turun,” ujar Nugroho salah seorang tim BPCB Trowulan saat dihubungi akurasinews.com melalui ponsel, Jum’at (18/08/2017).

Candi Gempur Adan – Adan, kata Nugroho, terdiri dari berbagai macam bentuk, diantaranya sepasang arca makara, komponen batu andesit yang memiliki ragam hias, bata kuno dan beberapa jenis pahatan arca. “Namun hingga saat ini, kami belum bisa pastikan apakah Candi Gempur itu peninggalan era Mataram Hindu atau Khadiri,” jelasnya.

Sementara itu, warga Desa Adan-Adan berharap, pemerintah segera melakukan penggalian sehingga akan tampak bentuk candi yang sesungguhnya. “Seandainya bentuk candi sudah terlihat dan tertata rapi, bukan tidak mungkin akan menarik perhatian wisatawan,” kata Sugiarti warga desa.

Jika saja, kata Sugiarti lagi, pemerintah merealisasi dengan melakukan penggalian, akan menjadi peluang masyarakat sekitar menambah pendapatan, “Kalau digali dan pengunjung ramai, warga sekitar tentu akan mendapat tambahan perekonomianya, apalagi seperti saya yang buka warung ini,” jelasnya seraya berharap Candi Gempur nantinya menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten Kediri.

Informasi yang dihimpun akuarsinews.com dari berbagai sumber menyebutkan, tahun lalu Puslit Arkenas sudah melakukan layout untuk persiapan penggalian. Saat itu petugas sudah memberikan tanda dari benang yang di kotak-kotak untuk memprediksi titik-titik situs candi.

Untuk diketahui, candi ini ditemukan di kebun durian milik Syamsudin warga desa setempat. Saat ini area candi yang hanya sepotong-sepotong itu dibatasi pagar berduri dan belum jelas kapan dilakukan ekskavasi lagi.

Reporter : Rianto 

Komentar

News Feed