oleh

Komunikasi dengan 5 Cabup, Minggu ini Gerindra Bentuk Tim Penjaringan

Nganjuk- Meski suhu politik Bumi Anjuk Ladang sudah menghangat sejak beberapa bulan terakhir, tidak demikian dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), partai strategis kedua setelah PDIP, yang memiliki 7 kursi di DPRD Nganjuk ini, hingga saat sekarang masih belum melakukan penjaringan kandidat bakal calon bupati (bacabup) maupun bakal calon wakil bupati (bawabup) untuk pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 mendatang.

“Sesuai mekanisme, kami masih menunggu petunjuk dan arahan dari DPD Jatim, karena sampai saat ini belum ada arahan, kami belum melangkah lebih jauh,” kata politisi Gerindra Jianto kepada akurasinews.com. Sabtu (19/08/2017) sore ini.

Namun begitu, lanjut Wakil Ketua DPRD Nganjuk tersebut, DPC Partai Gerindra Nganjuk dalam minggu akan membentuk tim penjaringan kandidat cabup dan cawabup. Selain itu, saat ini sudah ada lima kandidat bacabup yang melakukan komunikasi “Nanti pada saatnya, pasti media mengetahui, biar ketua DPC yang menjelaskan,” tutur Jianto.

Terpisah, Sukarno ketua DPC Gerindra Nganjuk mengatakan jika saat ini partainya memang membuka komunikasi seluas luasnya dengan semua calon kendati partainya belum membuka penjaringan seperti PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.

“Kalau komunikasi sudah, kami jalin dengan beberapa kandidat diantaranyam, mantan Bupati Nganjuk, Siti Nurhayati (Bu Hanung-red), Anggota DPR-RI M. Suryo Alam, istri Bupati Nganjuk, Ita Triwibawati, dan Desy Natalia Widya,” kata Sukarno kepada wartawan.

Selain itu, lanjut Sukarno DPC Gerindra juga intens komunikasi dengan kader sendiri, seperti Bimantoro Wiyono, putra Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra, Sareh Wiyono. “Kalau di DPD Gerindra Jatim juga ada Pak Imam Makruf, kami juga lakukan komunikasi,” paparnya.

Namun begitu, Sukarno belum bisa mengatakan siapa kader paling kuat terkait dengan rekom partai karena masih menunggu instruksi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat), termasuk apakah perlu membuka pendaftaran atau tidak. “Ada mekanisme tersendiri di partai kami (Gerindra-red),” ungkapnya.

Sukarno menyampaikan, salah satu hal spesifik terkait rekomendasi adalah peran kunci dari ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Disebutkan, selain akan menentukan siapa kandidat bacabup maupun bacawabup, Prabowo terlibat sampai pada proses di Komisi Pemilihan Umum (KPU)

“Nanti saat mendaftarkan calon di KPU, tanda tangannya langsung Ketum (Prabowo Subianto) dan Sekjen (Ahmad Muzani), bukan DPC,” jelas Sukarno.

Sementara itu, terkait dengan rencana koalisi, kata Sukarno lagi, Gerindra membuka komunikasi dengan sejumlah parpol. Saat ini yang sudah komunikasi adalah PKS, seirama dengan koalisi yang sudah terjalin di pusat.

Namun untuk memenuhi 9 kursi DPRD sebagai syarat mengusung pasangan calon, pihaknya tetap akan membuka koalisi dengan beberapa parpol lain di Nganjuk.

“Koalisi di daerah bisa berbeda dengan pusat. Tapi kami juga menunggu proses dan peta koalisi Pilgub (Pemilihan Gubernur-red) Jatim nanti. Karena mungkin saja terkait dengan Pilbup (Pemilihan Bupati-red) Nganjuk,” pungkasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed