oleh

Rekanan Diperiksa KPK, Internal Pemda Sebut 5 Pejabat & Orang Dekat….

Nganjuk- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan panggilan kepada pengusaha yang menjadi rekanan sejumlah proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Nganjuk Senin (21/08/2017).

Adalah Haji M. Sulkan, kontraktor kawakan yang kerap mengerjakan proyek Pemda Nganjuk tersebut siang ini mengaku berada di Gedung KPK untuk dimintai keterangan “Benar ini mau masuk gedung KPK, tapi gimana ya, ini kok mengambang,” katanya dihubungi wartawan via seluler.

HM Sulkan menjelaskan, dia menerima surat panggilan pada Jumat (18/08/2017) kemarin lusa, “Panggilannya via pos, saya terima hari Jumat sore kemarin, sebagai warga Negara yang baik, saya hari ini datang,” jelasnya.

Meski tidak menerangkan secara rinci, HM Sulkan, menyebut isi dari surat panggilan itu adalah terkait dengan grativikasi dan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan, “Grativikasi dan penyalahgunaan wewenang, bulan puasa kemarinkan para pejabat juga sudah diperiksa,” bebernya seraya menyebut nama salah seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun akurasinews.com dari internal Pemerintah Kabupaten mengatakan, memang sejak Ramadan kemarin, sudah ada lima pejabat penting yang diperiksa oleh KPK, “Sudah puasa kemarin, lima pejabat dipanggil,” ujar salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Nganjuk siang ini, seraya menyebut nama-nama pejabat yang telah diperiksa lembaga anti rasuah itu.

Bahkan, sumber juga mengatakan jika dalam minggu ini, KPK akan memanggil sejumlah ASN maupun pihak luar pemda yang diduga kuat mengetahui praktik dugaan grativikasi dan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan itu

“Bukan hanya pejabat, yang tidak punya jabatan juga dipanggil, tahu dan dekatkan belum tentu seorang pejabat, mungkin itu pertimbangan KPK” ucap sumber sekaligus menyebut nama-nama ASN maupun pihak luar yang dalam minggu ini dipanggil KPK.

Terpisah, Pelaksana Tugas, Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Pemerintah Kabupaten Nganjuk Drs Agoes Subagyo dikonfirmasi akurasinews.com terkait dengan panggilan pejabat Pemda Nganjuk mengatakan masih rapat, “ Iya, terkait apa,” katanya singkat.

Namun ketika wartawan media ini mengatakan terkait dengan panggilan KPK pada bulan puasa kemarin, Agoes Subagyo yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian mengatakan sedang mengikuti rapat, “Ini sedang rapat,” katanya singkat langsung menutup telfon.

Belum diketahui secara pasti, apakah pemeriksaan itu terkait dengan keluarnya surat perintah penyidikan (sprindik) baru, pasca putusan pra-peradilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang membatalkan status tersangka Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman Maret 2017 lalu.

Namun, keterangan dari rekanan Pemda Nganjuk yang lain menyebut, jika panggilan ini adalah terkait dengan sprindik baru, “Itu sprindik baru, KPK ‘jilid dua’ mas,” kata salah satu rekanan Pemda Nganjuk yang juga pernah diperiksa seraya mewanti-wanti agar tak menyebut namanya.

Benarkah lembaga anti rasuah saat menyusun serangkaian ‘serangan’ dengan manuver baru setelah kalah pada persidangan pra peradilan, ataukah justru semakin mendalami dengan materi grativikasi yang lain yang saling terkait dengan materi lama, hingga saat ini belum diperoleh keterangan secara resmi.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan pers menyampaikan, jika KPK mempertimbangkan sprindik baru. “Ada berbagai kemungkinan hukum, termasuk penerbitan Sprindik baru dalam perkara ini (dugaan korupsi di Nganjuk, Red),” kata mantan aktivis Indonesia Corruption Wacth (ICW) ini, di gedung KPK 8 Maret 2017 lalu.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed