oleh

Suryo Alam Akan Rubah Wisata ‘Jeglongan’ Sewu di Nganjuk

Nganjuk- Kandidat bakal calon bupati (bacabup), HM Suryo Alam Ak, MBA menilai saat ini pariwisata Kabupaten Nganjuk terkesan masih tidur. Untuk itu, anggota Komisi X, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) ini berusaha memberikan solusi dengan mengusung konsep festival.

Selain mendorong sektor pariwisata yang sesuguhnya, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga mengatakan akan merubah wisata ‘jeglongan’ sewu atau seribu lubang yang ada di ruas jalan seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk, “Tentu saya rubah kalau itu, anggaran perbaikan jalan itu ada. Tinggal bagaimana mengarahkannya,” ujar Suryo Alam. Selasa (22/08/2017)

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bidang Pemenangan Pemilu, Jawa III, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya ini akan melakukan serangkaian gebrakan untuk perubahan pariwisata di Kabupaten Nganjuk “Kalau mati suri tidak, saya menilai seakan-akan tidur, padahal di Nganjuk ini hampir disetiap wilayah Kecamatan memiliki potensi wisata, baik itu wisata alam, ataupun budaya,” jelasnya

Dia mencontohkan, di wilayah Kecamatan Jatikalen terdapat sumber air panas dan panorama wisata alam Pegunungan Lembah Kendeng lengkap dengan waduknya, di wilayah Kecamatan Ngetos ada Desa Wisata Kweden, di wilayah Kecamatan Tanjunganom ada Punden Ngrajek, terbaru di wilayah Kecamatan Rejoso ditemukan grojokan sumber pitu  dan Goa Baung dan masih banyak sejumlah destinasi wisata alam maupun budaya tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Nganjuk

“Kalau Air terjun Sedudo, Air Merambat Roro Kuning, Goa Margotrisno, Candi Boto, Candi Ngetos, sampai dengan Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) Nganjuk, saya rasa sudah mendapat sentuhan dari pemerintah daerah, meskipun belum maksimal, tapi bagaimana dengan potensi wisata di sejumlah wilayah kecamatan lain yang hingga saat ini belum tersentuh, bagaimana akan dikenal kalayak kalau promosi saja tidak ada,” papar Suryo Alam.

Seperti wisata alam Pegunungan Lembah Kendeng Jatikalen misalnya, view yang ditawarkan cukup bagus dan mempesona apalagi kalau menjelang sore hari “Coba kalau disana itu (lembah kendeng-red) digarap dengan baik, dibangun wana wisata, outbond misalnya, ini akan menarik wisatawan, apalagi ada waduknya juga, dirubah sedemikian rupa untuk kolam pemancingan, tentu akan sangat menarik,” jabar Suryo Alam.

Jadi, lanjut sarjana lulusan S2, The University of Hull UK (United Kingdom) tersebut, intinya bagaimana cara mempromosikan dan menggarap potensi wisata yang sudah ada, masyarakat pro aktif, tapi kalau tidak diiringi support pemerintah tidak akan akan bisa dijalankan.

“Dengan konsep festival, semua potensi wisata alam yang ada dapat dipromosikan, harapannya, setelah wisata itu dikenal akan dapat memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” terang Suryo Alam.

Seperti diketahui, kata Suryo Alam lagi, saat ini sektor pariwisata memberikan kontribusi devisa Negara sangat besar,“Secara Nasional, pariwisata menduduki peringkat keempat, bahkan saat ini Kementrian Pariwisata juga telah tengah gencar menjalankan program “10 bali baru” jadi kalau daerah seperti Nganjuk juga melakukan terobosan yang sama, bukan tidak mungkin akan mendongkrak PAD,” ungkapnya.

Karena nanti, imbuh Suryo Alam, jika minyak dan gas (migas) yang menjadi penyumbang devisa terbesar Negara berkurang, dengan semakin digeliatkannya sektor pariwisata devisa untuk skala Nasional dan PAD untuk skala daerah mendapat sumber lain yakni sektor pariwisata.

“Minyak dan gas, lambat laun pasti berkurang, tapi kalau pariwisata, justru semakin menggeliat, jadi ini adalah salah satu teroboson juga untuk menjawab tantangan dimasa yang akan datang,” tutup Suryo Alam

Reporter : Agus Bima  

Komentar

News Feed