oleh

Tanggapan PN Terkait Rencana Class Action

Nganjuk- Panitera Pengadilan Negeri Nganjuk H. Much Syamsul Arifin. SH,MH mengatakan memang benar pengadilan telah memberikan teguran kepada para termohon eksekusi. Hal itu dilakukan agar warga tidak sampai melakukan perlawanan sehingga mengganggu jalannya proyek Nasional tol trans jawa

“Benar, memang kita aanmaning, tapi sampai sekarang belum ada satupun yang class action, kalau memang ada rencana itu ya silahkan, Senin dan Selasa kemarin warga kita kumpulkan, kita kasih penjelasan, aanmaning itukan teguran kita terkait rencana eksekusi lahan itu” kata Syamsul Arifin  dikonfirmasi akuarsinews.com via seluler Rabu (23/08/2017) malam ini.

Justru, kata Syamsul Arifin, hingga saat ini sudah banyak warga yang semula menolak dengan sukarela mengambil dana pembebasan ke Pengadilan Negeri Nganjuk sekaligus menyampaikan agar tidak dilakukan eksekusi.

“Khusus untuk hari ini saja (siang,red) ada sebelas orang warga mengambil pencairan, malah ada warga atas nama Sugiharto mengambil pencairan sebesar hampir satu setengah miliar,” papar Syamsul Arifin.

Seperti diketahui, sejak terjadi tarik ulur harga pembebasan lahan, panitia pembebasan memutuskan menitipkan uang ganti rugi ke Pengadilan Negeri Nganjuk, sehingga warga yang menolak dipaksa mengambil pencairan ke pengadilan dan eksekusi tetap akan dijalankan demi kelancaran pembangunan proyek nasional tersebut.

Reporter : Agus Bima  

 

Komentar

News Feed