oleh

Mas Teguh, Untuk Nganjuk Mandiri dengan Budi Pekerti

Nganjuk- Mandiri dengan budi pekerti luhur, begitu visi yang diusung kandidat bakal calon bupati (bacabup) Teguh Juniadi dengan tetap berpegang teguh pada agama untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.

“Dengan kemandirian serta budi pekerti luhur, saya yakin masyarakat Nganjuk akan menjadi lebih baik. Meraih kesejahteraan dengan tetap mengedepankan toleransi,” ungkap Mas Teguh sapaan akrab kandidat cawabup Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, Kamis (24/08/2017) saat berbincang dengan akurasinews.com

Untuk mewujudkan visi itu, kata Mas Teguh, dibutuhkan sumber daya manusia (SDA) yang jujur dan mumpuni demi terlaksananya renstra (rencana strategi), “Sebaik apapun suatu rencana strategi pembangunan, kalau berada di tangan yang tidak benar, tidak akan terlaksana,”jelasnya

Setelah itu, lanjut Mas Teguh, bagaimana cara memilah suatu rencana program itu, karena tanpa ada skala prioritas seabrek program yang telah terkonsep tidak ada terlaksana dengan maksimal. “Kalau saya jujur, yang harus didahulukan adalah bidang pertanian dan pendidikan, di Nganjuk ini ada dua ratus delapan puluh empat desa yang tersebar di dua puluh kecamatan, dengan luas wilayah 1.224,33 KM2, paling besar penduduknya bercocok tanam atau petani,” paparnya.

Jika, imbuh Mas Teguh, sektor pertanian digarap dengan maksimal secara otomatis peningkatan ekonomi masyarakat desa akan cepat tercapai,“Untuk jangka pendek melalui pelatihan dan seminar tentang ekonomi kreatif terkait dengan penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa serta diiringi bantuan peralatan untuk optimalisasi pengelolaan sumber daya alam,” jabarnya.

Dengan lebih didahulukannya penguatan ekonomi kreatif di desa-desa, akan tercipta sebuah lapangan pekerjaan baru, akan meminimalisir urbanisasi, “Urbanisasi ini masalah yang cukup serius bagi kita semua. Dimana persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan,” urainya.

Apalagi, jabar Mas Teguh, Nganjuk adalah salah satu kabupaten yang juga menjadi kawasan niaga, “Sentra bawang merah Nasional itu ada di Nganjuk, disini adalah jalur pusat perniagaan antar propinsi, jadi jelas harus mendapat perhatian serius untuk sektor pertanian ini,” tandasnya.

Untuk bidang pendidikan, Mas Teguh mengatakan, selain program pendidikan gratis untuk tingkat SD dan SMP karena merupakan program Nasional, akan dialokasikan juga subsidi untuk pendidikan anak usia dini (Paud) dan Taman Kanak-kanak (TK).

“Selama inikan mungkin belum ada subsidi, untuk peserta didik Paud dan TK, sekaligus bunda pengajarnya, terkadang miris juga kalau mendengar gaji guru TK dan bunda Paud di Nganjuk ini sangat minim, yang non PNS maksudnya” tuturnya.

Tak kalah penting, sebut Mas Teguh  untuk renstra jangka pendek adalah bidang kesehatan masyarakat, politisi PDIP ini menilai, selama ini banyak terjadi miss informasi, sehingga program Nasional dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak terakomodir dengan baik.

“Yang mampu memiliki KIS, sedangkan yang taraf hidupnya dibawah rata-rata malah tidak terdaftar, ini adalah PR (pekerjaan rumah-red) pemerintah daerah yang harus segera diatasi,” sebut Mas Teguh.

Kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Jombang dibagian timur, dengan Kabupaten Madiun dibagian barat, wilayah Kabupaten Kediri untuk bagian selatan serta wilayah Kabupaten Bojonegoro untuk bagian utara memiliki sejumlah potensi wisata alam dan budaya yang layak dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata.

“Saya sudah turun langsung ke pelosok-pelosok Nganjuk, banyak sekali potensi wisata alam maupun budaya di berbagai wilayah kecamatan, kalau icon witasa alam Nganjuk tetap Sedudo, tapi kalau potensi wisata alam lain dikemas sedimikian rupa, bukan tidak mungkin akan menjadi sedudo-sedudo baru,” ungkap Mas Teguh.

Semua program kerja, tambah Mas Teguh akan dapat berjalan jika disertai dengan sarana infrastruktur yang memadai, sehingga untuk mewujudkan semua itu, perbaikan sarana infrastruktur menduduki peringkat paling utama.

“Pertanian bagus, kalau jalannya rusak laju perekonomian sektor pertanian juga terhambat, pendidikan diperhatikan kalau serana lokal kelasnya tidak memadai juga tidak pas, meskipun berobat gratis tapi kalau polindesnya tidak diperhatikan pelayananya juga terhambat, semua saling keterkaitan, intinya good and clean government adalah kuncinya,” pungkas Mas Teguh Juniadi

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed