oleh

Usung Konsep Founding Father Untuk Nganjuk

Nganjuk- “Tri Sakti Founding Father Ir Soekarno” kalimat itu dilontarkan oleh Mas Teguh Juniadi ketika mengawali perbincangan dengan akurasinews.com, di salah satu rumah makan Kota Nganjuk. Kamis (24/08/2017) pagi ini.

Kandidat bakal calon bupati (bacabup) yang baru saja menjalani fit and propertest, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Idonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur beberapa hari lalu tersebut mengatakan akan melakukan sebuah perubahan total untuk membenahi birokrasi Nganjuk sehingga tercipta good and clean government.

Good and clean government, kata Mas Teguh sapaan akrab pengusaha property ini, adalah pemerintahan bersih yang tidak ada penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang “Istilahnya efisien, efektif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,” katanya.

Selain itu, lanjut Mas Teguh, seorang pemimpin itu harus bisa bertindak objektif, netral dan tidak diskriminatif artinya tidak mendahulukan teman, kerabat, atau kelompoknya sendiri“Pemerintahan yang bersih itukan pemerintahan yang diisi oleh petugas yang jujur, bekerja sesuai dengan tupoksi, tidak menerima sogokan untuk pekerjaanya,” ungkapnya

Good and clean government itu, jika disimak telah dijabarkan dengan konsep tri sakti founding father Ir Soekarno, dimana situasi kemiskinan itu, sejatinya adalah ruang strategis untuk membangun sebuah tatanan masyarakat yang lebih baik dalam rangka membuat sebuah konstruksi perjuangan secara mandiri

“Seperti kita ketahui bersama, bagaimana pendiri bangsa ini mengajarkan politik yang berdaulat, dimana segala pengaturan, berbangsa dan bernegara itu harus didasarkan pada mandat rakyat, dipilih oleh rakyat berartikan politik ini dibangun oleh rakyat, sudah seharusnya, semua juga kita kembalikan untuk rakyat,” paparnya.

Apalagi, lanjut Mas Teguh, di era sekarang ini, masyarakat sudah sangat cerdas dalam memilih seorang calon pemimpin, “Masyarakat Nganjuk itu sudah faham, bagaimana harus memilih calon pemimpin, yang otomatis juga menjadi calon pelayan, saya rasa masyarakat sudah bosan dengan semua janji-janji yang pada akhirnya tidak terbukti,” sebutnya.

Untuk saat ini, kata Mas Teguh lagi, masyarakat sudah ‘alergi’ dengan janji dan politik uang lima tahunan, “Karena dengan politik uang lima tahunan itu, masyarakat juga akhirnya merasakan, bagaimana pemimpin yang menjadi pelayanan mereka selama lima tahun itu berusaha keras untuk mengembalikan uang yang telah dikeluarkan,” tuturnya.

Pertanyaanya, lanjut Mas Teguh, bagaimana Nganjuk akan berhasil dibidang ekonomi, kalau pemimpinya nanti malah sibuk mencari ganti biaya yang telah digunakan untuk meraih posisi itu,“Padahal sangat jelas, tujuan akhir pemerintahan itu adalah untuk mensejahterakan masyarakat, sehingga masyarakat dapat berdikari atau berdiri diatas kaki sendiri secara ekonomi,” terang penguasaha property tersebut.

Apabila nanti, imbuh Mas Teguh, tujuan pemerintahan dapat diraih dengan terciptanya good dan clean government, dengan sendirinya masyarakat akan lebih berkipribadian “Berbudaya dengan perilaku asah,asih, asuh dan tepo sliro akan mengikuti, karena masyarakatnya sejahtera,” tuturnya.

Dengan konsep Founding Father Ir Soekarno ini, Mas Teguh yakin akan dapat memberikan perubahan di Bumi Anjuk Ladang, “Lebih baik saya tidak berjanji, namun memberikan bukti, karena dengan terlalu banyak janji, masyarakat tentunya akan alergi,” ungkapnya mengakhiri perbincangan.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed