oleh

Ngaku Menculik Dokter Muda, Minta Tebusan Rp 4 Miliar

Nganjuk- WP (34) warga Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dibekuk anggota Satuan Reserse Kriminal, Kepolisian Resort Nganjuk. Dia ditangkap setelah meneror keluarga Irwantoro (30) seorang dokter muda yang dikabarkan hilang sejak 21 Agustus 2017 lalu.

Tidak main-main, hanya dengan mengaku menculik dokter muda alumnus SMAN dua Nganjuk ini, pelaku meminta tebusan sebesar Rp 4 miliar, “Pelaku mengaku hanya iseng saja, dia tahu kalau dokter muda itu meninggalkan rumah karena memang bertetangga,” jelas Kepala Kepolisian Resort Nganjuk, Ajun Komisaris Besar Polisi Joko Sadono SIK saat press release Senin (28/08/2017) sore.

Selain mengaku iseng, lanjut AKP Joko Sadono, pelaku memang memiliki selisih faham dengan pihak keluarga dokter Irwantoro, “Motif lain selain mengaku hanya iseng, pelaku memang ada masalah dengan kakak dokter muda itu,” paparnya.

Hingga digelar press release tadi sore, pelaku bersikukuh tidak mengetahui dimana keberadaan dokter muda tersebut, “Ya tetap, mengatakan iseng, dan dia (WP,Red) tidak mengetahui keberadaan dokter muda itu, jadi hingga saat ini belum dapat disimpulkan, apakah ini penculikan, atau yang bersangkutan (Irwantoro,Red) sengaja meninggalkan rumah,” jabar AKBP Joko Sadono.

Karena memanfaatkan situasi keluarga Irwantoro yang panik dan meneror dengan meminta uang tebusan sebesar Rp 4 miliar via sms, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 45 ayat 4 junto pasal 27 ayat 4 UURI nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UURI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. “Untuk ancaman hukuman paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak satu miliar rupiah,” tandas AKBP Joko Sadono.

Hingga saat ini kepolisian masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Irwantoro karena belum dapat dipastikan apakah dokter muda tersebut diculik atau dengan sengaja meninggalkan rumah tanpa pamit pihak keluarga.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed