oleh

Sekdis Sebut, Pencairan KIP itu Melalui Perangkat

Nganjuk- Menanggapi keluhan belasan wali murid SDN Margopatut 8 Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sekaligus sejumlah wilayah kecamatan lain seperti Tanjunganom, Gondang dan Sukomoro terkait tidak realisasinya dana peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), Sekretaris Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Drs Sujito MM, mengatakan jika mekanisme pencairan KIP melalui perangkat desa.

“Ini mungkin yang belum difahami, mekanisme pencairan KIP itu melalui pemerintahan desa, jadi itu diluar dari sekolah, jadi coba koordinasi dengan perangkat desa, ini adalah prosedurnya,” ujar Sujito dikonfirmasi akurasinews.com, Senin (28/08/2017) pagi ini.

Karena, lanjut Sujito, mekanisme pencairan tidak melalui sekolah atau dinas, jadi yang lebih mengetahui adalah pihak pemerintah desa, “KIP itu seperti ATM sifatnya sangat pribadi, jadi setelah di akomodir pemerintah desa, siswa langsung bisa mengambil ke bank yang ditunjuk, tidak melalui sekolah atau dinas” paparnya.

Sehingga, kata Sujito lagi, kalau ada yang mengatakan pihak sekolah memotong atau tidak menyalurkan, itu tidak benar, karena mekanisme jelas, melalui pemerintah desa, “Khusus untuk KIP, dinas tidak mengetahui, apakah anggaran sudah terserap atau belum, itu yang tahu justru pemegang kartu dan perangkat desa,” jabarnya.

Dengan banyaknya keluhan wali murid pemegang KIP, Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk sudah melakukan koordinasi dengan kecamatan untuk meluruskan, “Kami berupaya semaksimal mungkin, KIP itu kartu untuk menunjang proses belajar peserta didik terutama yang tidak mampu, langkah-langkah juga sudah kami lakukan dengan kecamatan, agar masalah ini segera teratasi,” tandasnya

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed