oleh

Razia, Pol PP Cukur Gundul Lima Punkers

Nganjuk- Anggota tim Bidang Penegakan Undang-Undang Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar razia dengan sasaran gelandangan, pengemis, dan punkers (anak-anak punk) yang selama ini menjadi pengamen di sejumlah titik jalan wilayah Kabupaten Nganjuk. Selasa (29/08/2017) sore ini.

“Ada lima anak punk yang terjaring dari traffic ligh pertigaan pasar baron, mereka semua dicukur gundul dan dimandikan anggota, untuk selanjutnya kita pulangkan ke alamat masing-masing,” ujar Kepala Bidang Penegakan Undang-Undang Pol PP Pemerintah Kabupaten Nganjuk Suprayogi dikonfirmasi  akurasinews.com sore.

Suprayogi mengatakan, razia dengan disertai cukur gundul tersebut sudah sering dilakukan, tujuannya agar para punkers ini tidak kembali lagi ke jalan sehingga meresahkan warga maupun pengguna jalan, “ Warga sekitar lokasi dimana anak-anak punk ini mangkal mengeluh, mereka (Punkers,Red) sering minum minuman keras, pengguna jalan juga resah karena kalau ngamen seringkali berbuat tidak sopan,” jelasnya.

Dari lima anak punkers tersebut, lanjut Suprayogi, dua anak berasal dari Surabaya, dua anak dari Sidoarjo dan satu anak dari Nganjuk, “Dari sekian kali melakukan razia, anak punk yang terjaring, rata-rata berasal dari luar kota, kalau yang dari Nganjuk sangat jarang,” paparnya.

Razia yang dimulai dari wilayah Kota Nganjuk tersebut, imbuh Suprayogi, selain mengamankan lima anak punk juga menjaring satu orang wanita tunawisma, “Untuk wanita tuna wisma ini, akan kami kirimkan ke Dinas Sosial, dia tadi mengemis di wilayah Baron juga, untuk di Tanjunganom dan Bagor serta Kota masih nihil,” tuturnya.

Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Drs Abdul Wakid MM mengatakan, razia serupa akan terus digalakkan untuk menciptakan rasa nyaman terutama di jalan raya, sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. “Jadi selain memasang papan sosialisasi Perda, kami melakukan action,dengan melakukan razia” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Abdul Wakid, dia berharap masyarakat turut serta membantu terlaksanakanya Perda tersebut, dengan tidak memberi sedekah kepada pengemis atau pengamen di jalan, “Bukan berarti kita tidak kasihan, atau menghalangi berbuat baik dengan sedekah, namun kita tidak menginginkan mereka (gepeng,red) terus menerus bergantung kepada orang lain,” tandas Abdul Wakid.

Seperti diketahui, dibeberapa titik yang kerap dijadikan tempat mangkal para gelandangan dan pengemis, di antaranya, di sekitar perempatan Jalan Ahmad Yani, Perempatan Jalan Anjuk Ladang dan Perempatan Jalan Panglima Sudirman sekitar terminal lama Nganjuk, sejak beberapa tahun lalu telah dipasang papan sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2013.

“Tanpa dukungan dari semua element masyarakat, Perda ini tidak akan bisa berjalan dengan baik, kami akan terus melakukan razia. Namun jika masyarakat juga tetap memberi kesempatan, seterusnya akan tetap akan seperti ini,” pungkas Abdul Wakid.

Reporter : Agus Bima 

Komentar

News Feed