oleh

DPRD Jombang Siap Turunkan Bendera Myanmar dari Taman ASEAN

Jombang – Penderitaan yang dialami etnis muslim Rohingya, Myanmar, mengundang perhatian berbagai kalangan di Indonesia, di Jawa Timur, DPRD Kabupaten Jombang, berencana menurunkan bendera Myanmar, yang terpasang di tugu Ringin Contong Jombang, taman ASEAN Jombang.

“Bendera ASEAN,  ini adalah bendera kebersamaan atau toleransi antar umat beragama, kalau tidak ada respon sama sekali termasuk dari kedutaan besar Myanmar yang ada di Indonesia, Jombang siap untuk menurunkan bendera itu,” jelas Mas’ud Zuremi Ketua Komisi C DPRD Jombang

Ketua DPC PKB Jombang ini mengatakan, kekerasan, penindasan bahkan pembunuhan yang dialami oleh muslim Rohingyang jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia “Jika konflik ini terus dibiarkan, bendera negara Myanmar di Ringincontong itu harus diturunkan,” tandas Pak Mas’ud sapaan akrabnya.

Apa yang dialami umat muslim di Myanmar, lanjut Pak Mas’ud sudah kelewat batas, “Mereka disiksa dan dibunuh  secara sadis, apalagi pelakunya adalah tentara Myanmar yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi,” paparnya.

Padahal, imbuh Pak Mas’ud Taman ASEAN di Jombang ini dibangun sebagai lambang sikap Toleransi kepada setiap umat manusia, “Adanya bendera Myanmar yang berkibar di Sepuluh tiang di Taman ASEAN merupakan bentuk toleransi kita, tapi kalau Negara itu (Myanmar,Red) justru menciderai umat muslim ini sangat memprihatinkan, dan bendera itu harus diturunkan” tandasnya.

Untuk Diketahui, 10 bendera ASEAN yang dikibarkan pada tanggal (02/06/2017), Kementerian Luar Negeri bersama Pemerintah Kabupaten Jombang meresmikan Taman ASEAN di bundaran Ringin Contong.

Taman tersebut merupakan Taman ASEAN satu-satunya dan yang pertama di Indonesia. Kabupaten Jombang dipilih untuk tuan rumah perayaan ulang tahun ASEAN ke-50 ini, karena pembangunan toleransi di Kabupaten Jombang cukup tinggi, dan Kabupaten Jombang sebagai tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang nantinya akan dilaksanakan pada 28 Oktober sampai 30 Oktober 2017 mendatang.

 

Reporter : Taufiqur Rachman.

Komentar

News Feed