oleh

Begini, Pesan Sesepuh PDIP Untuk Mas Tatit

Nganjuk- Pasca ditetapkan sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, A.Md, praktis mengemban tugas partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih tersebut, untuk memberikan support sesepuh PDIP Nganjuk, Susilo Muslim memberikan sejumlah pesan kepada pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi III DPRD Nganjuk tersebut.

“Marheinisme”, begitu kalimat yang diucapkan oleh mantan ketua DPC PDIP Nganjuk yang saat ini sudah vakum dari dunia politik Anjuk Ladang tersebut, “Tugas Mas Tatit tidaklah mudah, dia harus bisa mengembalikan roh DPC PDIP Nganjuk yang selama ini seolah hilang,” ujar Susilo Muslim mengawali perbincangan dengan akurasinews.com di kantor DPC PDIP Nganjuk sore ini.

Mas Tatit, lanjut Mbah Lim sapaan akrab Susilo Muslim, harus segera mengembalikan ideologi Marhainesme seperti yang telah diajarkan oleh Bung Karno, “Penindasan ini harus segera dihentikan, sebagaimana ajaran Bung Karno, sudah sepuluh tahun DPC PDIP Ngajuk seolah-olah kehilangan jati diri, ini harus segera dibenahi,” katanya penuh semangat.

Untuk itu, lanjut Mbah Lim, melakukan serangkaian ‘gebrakan’ harus dilakukan Mas Tatit agar DPC PDIP Nganjuk segera kembali ke jati diri partai yang sebenarnya,“Saya yakin, dengan kekompakan para pengurus, PDIP Nganjuk akan semakin lebih baik lagi, meskipun berat namun jika dilakukan secara bersama-sama oleh semua pengurus dengan didukung seluruh element partai, akan terwujud visi dan misi partai yang sebenarnya,” paparnya.

Kuncinya, kata Mbah Lim lagi, kerjasama, saling menghargai, tupoksi masing-masing jelas sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (AD/ART PDI Perjuangan) serta tetap menunjung tinggi martabat partai.

“Martabat partai itu adalah hal paling utama, menjaga wajib hukumnya, kalau semua element partai mengerti, tentu tugas Mas Tatit untuk membawa PDIP Nganjuk ke arah lebih baik akan segera terwujud, tanpa ada kekompakan, dan tenggang rasa, dengan disertai sikap tegas, tidak akan berjalan dengan baik,” tandasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed