oleh

Ziarah Ke Makam Gus Dur, Panglima TNI Cerita Tentang Resolusi Jihad

Jombang – Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, KH Hasyim Asyari serta Presiden RI keempat, KH Abdurrachman Wahid, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin, (18/9/2017) pukul 13.00 WIB.

Kunjungan Panglima TNI, didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) serta Angkatan Udara (AU), turut hadir pula, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo serta Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, sesampai di area Ponpes Tebuireng, Panglima TNI beserta para rombongan disambut lantunan sholawat oleh santri sampai menuju Masjid Ponpes Tebuireng.

 

Dalam kunjungannya, Panglima TNI menceritakan kisah para pahlawan berjuang untuk Republik Indonesia, Panglima tertinggi TNI, Jendral Sudirman kala itu, berjuang bersama para kyai dan para santri ketika Jihad di Surabaya.

“Kita harus ingat dan mencontoh bagaimana jiwa yang diwariskan oleh para pahlawan-pahlawan seperti Kyai Hasyim Asyari dan kita berdoa agar beliau semua menjadi pahlawan dan syuhadak,” ungkap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo kepada para awak media.

Panglima TNI menceritakan bahwa dahulu sebelum Resolusi Jihad terjadi, Jendral Sudirman, mendapat informasi bahwa sekutu akan mendarat di Surabaya, “Jendral Sudirman kebingungan karena TNI baru terbentuk satu bulan, setelah melapor ke Bung Karno, diberikan petunjuk untuk meminta bantuan kepada Kyai Hasyim Asyari, setelah dilakukan shalat istikharoh, ditentukan solusi fatwa Jihad. Kemudian seharusnya serangan itu tanggal 9 November di tunda dulu karena menunggu Singa Jawa Barat yakni Kyai Abbas Cicit Mbah Muqoyim dari Cirebon,” imbuhnya.

 

Pada akhirnya dari kisah tersebut, dua puluh ribu santri dari alumni Tebuireng berbondong-bondong ikut untuk bersama melakukan jihad perlawanan. “Jihad itu dipimpin oleh Kyai Abbas, dengan doa-doanya itulah yang dikatakan bahwa bangsa ini tidak takut mati, dari resolusi jihad, diitung sekitar enam puluh ribu korban. Dari sini saya bisa ingatkan sebagai Panglima TNI bahwa yang membunuh, tentara belanda, Jendral Mallaby serta merobek bendera di Hotel Orange bukan TNI melainkan para santri yang ikut dalam perlawanan Resolusi Jihad,” jelas Panglima TNI.

Untuk itu, Dalam rangka peringatan hari TNI yang ke-72, berziarah ke makam para pahlawan beserta makam presiden RI ke empat yang akrab disapa Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang ini dijadikan tradisi “Dengan mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat,” Pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed