oleh

HM Suryo Alam Ajak Bekraf, Ndaru Potensi Terima Royalti

Nganjuk-  Lungo tak anti-anti, kapan nggonmu bali, mecak’e endahing wengi, kutha Nganjuk iki, sumilir angin wates, nggugah kangene ati, apa kowe ora ngerteni kowe tak kangeni, begitu penggalan bait lagu berjudul Alun-alun Nganjuk ciptaan Ndaru yang fenomenal bahkan mengantarkan Novita Anggraeni yang lebih dikenal dengan nama Vita KDI beberapa tahun silam sebagai artis melalui ajang pencarian bakat di salah satu televisi Nasional.

Ironisnya, hak Ndaru sebagai seorang pencipta lagu tidaklah setimpal dengan puluhan karya yang telah dihasilkannya. Bahkan pria yang juga tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Kabupaten Nganjuk (Kominfo) tersebut kebingungan bagaimana cara mendapat royalty dari puluhan karya yang saat ini kerap dinyanyikan di ratusan karaoke seluruh Indonesia maupun diputar di ratusan radio tersebut.

Lagu-lagu ciptaan Ndaru yang familiar dan kerap di nyanyikan di sejumlah tempat karaoke tidak hanya Alun-alun Nganjuk, sederet lagu-lagu popular ciptaan Ndaru diantaranya Prapatan Mastrip, Jaket Iki, Sedudo Waduk kali Bening, Nagih Janji dan masih banyak karya Ndaru yang hingga saat ini sering diputar di sejumlah stasiun radio.

Secercah harapan nampaknya akan menghampiri pencipta lagu asal Kota Nganjuk tersebut, dimana kandidat bakal calon bupati (bacabup) HM Suryo Alam mengajak Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang bertugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif.

“Terima kasih, ini informasi positif, jadi begini bekraf juga mengurus tentang HKI (Hak Kekayaan Intelektual), jadi kalau pak Ndaru ini memang sebagai pencipta lagu, sudah seharusnya mendapat royalti, namun begitu untuk mendapat royalti itu ada mekanismenya,” ujar Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf DR Robinson Sinaga, dikonfirmasi akurasinews.com di Nirwana Hotel, Jumat (22/09/2017) sore ini.

Untuk itu, lanjut Robinson Sinaga, Ndaru harus tergabung dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), “Caranya mudah saja, di Indonesia ini ada tujuh LMK, saya tidak bisa menyebut satu-satu, searching langsung di google, kemudian pilih salah satu lembaga daftarkan lagu-lagu ciptaanya, setelah terdaftar saya pastikan setiap akhir tahun akan menerima rolyalti yang menjadi hak pak Ndaru,” paparnya usai acara Sosialisasi HKI kepada pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Nganjuk.

Namun, lanjut Robinson Sinaga, tanpa menjadi anggota salah satu LMK yang telah diakui oleh Negara, Ndaru selamanya tidak akan dapat menerima royalti dari lagu-lagu yang menjadi ciptaanya, “ Ini sudah aturan, jadi jangan khawatir, begitu sudah terdaftar saya berani pastikan Pak Ndaru pasti mendapat hak royalti dari lagu-lagu ciptaanya, jadi tidak boleh Pak Ndaru minta royalti ke tempat karaoke atau radio maupun televisi memutar dan menyiarkan lagu-lagu ciptaanya,” jelasnya.

Untuk tahun 2016 saja, kata Robinson lagi hak royalti para pencipta lagu yang terkumpul dan telah disalurkan oleh LMK mencapai Rp 20 miliar,“Tahun ini ditergetkan mencapai tiga puluh miliar, jadi tolong disampaikan ke Pak Ndaru segera daftar ke LMK agar royalty yang menjadi haknya dapat segera diterima,” tandasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed