oleh

HM Suryo Alam : Grebeg Suro Ngetos, Masuk Kategori Festival Pariwisata

Nganjuk- Acara Grebeg Suro yang digelar oleh masyarakat Desa/Kecamatan Ngetos mendapat apresiasi besar anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) HM Suryo Alam, menurutnya acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang harus dilestarikan.

Bukan tanpa alasan, seperti halnya program yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan nama 10 Destinisai Wisata Prioritas atau lebih dikenal dengan nama program pengembangan 10 bali baru melalui Kementrian Pariwisata.

“Ini sangat bagus sekali, padahal dalam lingkup satu desa saja sangat meriah, apalagi Desa Ngetos ini merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Nganjuk, di sini ada candi Ngetos, yang konon katanya tempat bersemayam Prabu Hayam Wuruk, dan saya dapat informasi ada beberapa air terjun baru disini, jadi sangat tepat acara grebeg suro ini” ujar HM Suryo Alam kepada akurasinews.com, Minggu (24/09/2017) sore tadi, di sela acara Grebeg Suro Desa/Kecamatan Ngetos.

Untuk itu, lanjut politisi Partai Golongan Karya yang merupakan kandidat bakal calon bupati (bacabup) Nganjuk tersebut, dia akan terus berupaya melakukan serangkaian terobosan untuk terus melestarikan tradisi tahunan tersebut, sehingga nantinya Desa Ngetos menjadi salah satu icon wisata Kabupaten Nganjuk.

“Potensi alam sudah ada, dengan acara grebeg suro ini menunjukkan SDM (sumber daya manusia) atau masyarakat Desa Ngetos khususnya juga sangat peduli dengan potensi alam itu, dengan demikian pemerintah sebetulnya tinggal mengarahkan dan mensupport saja,” papar HM Suryo Alam.

Jika nanti, kata HM Suryo Alam lagi, konsep “Wisata Desa” di Desa/Kecamatan Ngetos bisa berjalan dengan maksimal, bukan tidak mungkin akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Nganjuk, “Semua jika ditangani dengan serius akan membuahkan hasil, tapi kalau hanya sekedar dibuka secara simbolis, namun dalam praktiknya tidak dilaksanakan ya percuma saja,” terangnya.

Pernyataan HM Suryo Alam tersebut tidaklah berlebihan, seperti halnya telah disampaikan oleh Plt Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata RI, Hariyanto saat acara Sosialisasi Panduan Penyelenggaraan Festival di Nirwana Hotel Nganjuk baru-baru ini.

Menurut Hariyanto, panorama wisata alam Kabupaten Nganjuk menjadi magnet wisatawan domestik (lokal Nganjuk maupun luar wilayah). “Begini, untuk Nganjuk ini potensi wisata alamnya cukup menggeliat, tinggal bagaimana cara menggarap potensi yang sudah ada itu, tanpa mengecilkan CEO (Chief Executive Officer/Pejabat Eksekutif Tertinggi) daerah setempat, ini memang harus digarap secara serius,” ujar Harianto.

Saat ini, kata Hariyanto, Kementrian Pariwisata tengah gencar menjalankan program “10 bali baru”, dengan demikian diharapkan pemerintah daerah di seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama untuk mengimbangi program tersebut, “Kalau untuk anggaran, tahun ini empat triliun, anggaran itu untuk Nasional,” paparnya.

Selain itu, kata Hariyanto lagi, pengembangan destinasi wisata itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun lebih pada kultur dan budaya masyarakat bagaimana melakukan upaya agar wisata alam yang ada di masing-masing daerah menjadi dikenal.

“Apalagi kalangan muda saat ini sudah sangat familiar dengan sosial media, facebook, internet, twiter dan lain-lain, bagaimana masyarakat lokal melakukan sebuah upaya promosi, itu yang penting,” kata Hariyanto, usai acara Sosialisasi Panduan Penyelenggaraan Festival tadi siang.

Pemerintah, kata Hariyanto lagi, intinya hanya mendorong dan ikut mempromosikan namun tanpa disertai dengan kreatifitas masyarakat lokal dimana destinasi wisata itu berada, seakan tidak akan ada artinya.

“Saya contohkan bali, provinsi penyumbang devisa terbesar Negara sektor pariwisata, tahun dua ribu enam belas kemarin, angggaran untuk dinas pariwisata hanya tujuh miliar rupiah, habis itu untuk satu event saja, tapi karena masyarakat lokal sana (bali-red) pro aktif, puluhan destinasi wisata dan budaya tetap menjadi daya tarik wisatawan,” jabarnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed