oleh

Guru Ngaji Kota Santri Cabuli 4 Murid TPQ

Jombang – Perbuatan MBC (45) warga Dusun Karangri, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang sungguh sangat keterlaluan. Guru Ngaji di Taman Pendidikan Quran (TPQ) itu mencabuli 4 muridnya.

Akibat perbuatan amoralnya itu, kini bapak dua anak itu harus mendekam di balik jeruji besi Kepolisian Resort Jombang, “Ada empat korban, semuanya adalah murid TPQ dimana tersangka sebagai guru ngaji di dusunya,” jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang, Ajun Komisaris Polisi Norman Wahyu Hidayat. Kamis (28/09/2017)

Perbuatan tersangka, lanjut AKP Norman Wahyu Hidayat, kepada muridnya yang berusia 10 tahun dan 11 tahun itu kali pertama pada tahun 2016 waktu sore hari, sekitar pukul 15.30 WIB, di TPQ Al Falaq Dusun, Karangri Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

“Terakhir tersangka melakukan perbuatan itu kepada muridnya pada hari Senin (07/08/2017) sekitar pukul 15.30 WIB, di lokasi yang sama,” papar AKP Norman Wahyu Hidayat.

Adapun modus tersangka, lanjut AKP Norman Hidayat, menyuruh para korban untuk maju kedepan satu persatu menghafal surat pendek, “Saat para korban berusaha menghafal surat pendek itulah, pelaku mencabuli para korban,” terangnya.

Perbuatan bejad pelaku terbongkar ketika salah satu korban mengadu kepada orang tuanya. Tak menunggu waktu lama, para keluarga korbanpun langsung melapor ke Mapolres Jombang. Mendapat laporan petugas Satreskrim bergerak cepat menangkap guru ngaji tersebut dirumahnya tanpa perlawanan.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya baju batik lengan pendek warna merah, celana kolor warna abu-abu, baju lengan pendek warna coklat, sarung warna kuning, 3 buah kerudung warna krem, 3 buah rok panjang warna coklat dan 3 buah baju warna krem kombinasi warna coklat tua.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara, kami himbau kepada para orang tua yang anaknya menjadi santri atau murid tersangka segera melapor ke Polres Jombang atau Polsek terdekat untuk mendalami kasusnya, karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed