oleh

PKI Jetak, Nobar Film G30S/PKI

Jombang – Ikatan Pemuda Jetak Sidokerto (IPJS) melebur nama menjadi Pemuda Kreasi Indonesai (PKI) mengelar nobar (nonton bareng) film G30S/PKI dengan tema “Ada Apa Dengan G30S/PKI” yang bertempat di Sekolah Dasar Negeri 2 Dusun Jetak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

PKI Dusun Jetak Desa Sidokerto, menyulap halaman sekolah seperti layaknya pada tahun 80an, dengan menggunakan konsep lilin-lilin bambu mengelilingi lapangan SDN tersebut. Warga juga sangat antusias dengan gagasan para pemuda tersebut.

“Saya bangga dan berterima kasih sekali kepada pemuda-pemudi yang tergabung dalam Pemuda Kreatif Indonesia di Desa Sidokerto, sudah memutarkan film G30S/PKI. Dengan nonton film ini, kita bisa mengenal sejarah. Mari kita doakan para leluhur para pahlawan yang berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI,” tutur Abdul Muis Perangkat Desa Sidokerto ketika sambutan sebelum pemutaran film.

Sementara itu, Nursahidin tokoh masyarakat dusun setempat mengatakan pemutaran film dengan layar tancap tersebut seolah mengingatkan masa lalu, “Pemutaran film ini mengigatkan saya pada masa silam sewaktu kecil. Dengan tema pemutaran film ini ‘ada apa dengan G30S/PKI’ kita bisa melihat apa peristiwa dibalik gerakan 30 september,” katanya.

Koordinator pertunjukan Nonton Layar Tancap Film G30S/PKI, Muhammad Irfandi Bahtiar, mengatakan, pemutaran Film tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang belum mengetahuinya, terutama anak-anak sekolah sebagai pelajar yang harus mengetahui sejarah.

“Melalui acara pemutaran film ini, semoga semangat perjuangan pemuda Dusun Jetak tidak akan padam dalam berkarya dan berkreasi, seperti obor yang dinyalakan hari ini dan semoga kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan serta memberikan sisi edukasi bagi masyarakat pemuda sidokerto,” pungkasnya.

Pantauan akurasinews.com, ratusan warga terlihat antusias nonton layar tancap film G30S/PKI yang berlangsung selama tiga jam lebih.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed