oleh

Gerindra, PAN, PKS Sepakat Usung Bu Hanung dan Mas Bima

Nganjuk- Pesta demokrasi untuk memilih bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk semakin dekat. Serangkaian manuver politikpun dilakukan kalangan elit politik. Jika dalam silaturahmi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memunculkan wacana pasangan calon (Paslon) Ita Tri Wibawati Taufiqurrahman dengan KIH Syaiful Anam (Gus Anam/Mbah Anam).

Demikian pula dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ketiganya telah sepakat mengusung mantan Bupati Nganjuk Siti Nurhayati (Bu Hanung) dan Bimantara Wiyono (Mas Bima) sebagai pasangan calon.

“Insya’alloh, sudah sembilan puluh lima persen bersama PKS dan Gerindra dengan total sembilan kursi, kita akan mengusung Bu Hanung (Siti Nurhayati) dan Mas Bima sebagai pasangan calon,” ujar Ahmad Rofiq Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Nganjuk saat berbincang dengan akurasinews.com Selasa (03/10/2017) siang ini.

Dipilihnya pasangan calon tersebut, lanjut Ahmad Rofiq berdasarkan dari hasil survey elektabilitas dan popularitas kedua kandidat, “Ya karena memang sudah ada survey, elektabilitas dan popularitas. Untuk pembicaraan koalisi sudah sampai ke tingkat DPP, ini tinggal selangkah saja,” paparnya.

Terkait dengan ‘kekuatan’ untuk memenangkan kandidat paslon tersebut, Rofiq menyebut PAN telah mempersiapkan semua jaringan termasuk sayap partai sebagai kekuatan lini bawah, “Sayap PAN sudah siap, seperti Muhammadiyah misalnya, karena muhammadiyah adalah roh partai,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Sukarno mengungkapkan, mengenai bakal pasangan calon dia mengatakan masih belum ada, “Untuk calon belum jelas, nanti DPP yang menentukan,” katanya singkat melalui pesan seluler siang ini.

Seperti diberitakan akurasinews.com belumnya, meski suhu politik Anjuk Ladang sudah menghangat sejak beberapa bulan terakhir, tidak demikian dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Partai strategis kedua setelah PDIP, yang memiliki 7 kursi di DPRD Nganjuk ini, hingga saat sekarang masih belum melakukan penjaringan kandidat bakal calon bupati (bacabup) maupun bakal calon wakil bupati (bawabup) untuk pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 mendatang.

“Sesuai mekanisme, kami masih menunggu petunjuk dan arahan dari DPD Jatim, karena sampai saat ini belum ada arahan, kami belum melangkah lebih jauh,” kata politisi Gerindra Jianto kepada akurasinews.com. Sabtu (19/08/2017) sore ini.

Namun begitu, lanjut Wakil Ketua DPRD Nganjuk tersebut, DPC Partai Gerindra Nganjuk minggu depan  akan membentuk tim penjaringan kandidat cabup dan cawabup. Selain itu, saat ini sudah ada lima kandidat bacabup yang melakukan komunikasi “Nanti pada saatnya, pasti media mengetahui, biar ketua DPC yang menjelaskan,” tutur Jianto.

Smentara itu, Sukarno ketua DPC Gerindra Nganjuk mengatakan jika saat ini partainya memang membuka komunikasi seluas luasnya dengan semua calon kendati partainya belum membuka penjaringan seperti PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.

“Kalau komunikasi sudah, kami jalin dengan beberapa kandidat diantaranyam, mantan Bupati Nganjuk, Siti Nurhayati (Bu Hanung-red), Anggota DPR-RI M. Suryo Alam, istri Bupati Nganjuk, Ita Triwibawati, dan Desy Natalia Widya,” kata Sukarno kepada wartawan.

Selain itu, lanjut Sukarno DPC Gerindra juga intens komunikasi dengan kader sendiri, seperti Bimantoro Wiyono, putra Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra, Sareh Wiyono. “Kalau di DPD Gerindra Jatim juga ada Pak Imam Makruf, kami juga lakukan komunikasi,” paparnya.

Namun begitu, Sukarno belum bisa mengatakan siapa kader paling kuat terkait dengan rekom partai karena masih menunggu instruksi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat), termasuk apakah perlu membuka pendaftaran atau tidak. “Ada mekanisme tersendiri di partai kami (Gerindra-red),” ungkapnya.

Sukarno menyampaikan, salah satu hal spesifik terkait rekomendasi adalah peran kunci dari ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Disebutkan, selain akan menentukan siapa kandidat bacabup maupun bacawabup, Prabowo terlibat sampai pada proses di Komisi Pemilihan Umum (KPU)

“Nanti saat mendaftarkan calon di KPU, tanda tangannya langsung Ketum (Prabowo Subianto) dan Sekjen (Ahmad Muzani), bukan DPC,” jelas Sukarno.

Sementara itu, terkait dengan rencana koalisi, kata Sukarno lagi, Gerindra membuka komunikasi dengan sejumlah parpol. Saat ini yang sudah komunikasi adalah PKS, seirama dengan koalisi yang sudah terjalin di pusat.

Namun untuk memenuhi 9 kursi DPRD sebagai syarat mengusung pasangan calon, pihaknya tetap akan membuka koalisi dengan beberapa parpol lain di Nganjuk.

“Koalisi di daerah bisa berbeda dengan pusat. Tapi kami juga menunggu proses dan peta koalisi Pilgub (Pemilihan Gubernur-red) Jatim nanti. Karena mungkin saja terkait dengan Pilbup (Pemilihan Bupati-red) Nganjuk,” pungkasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed