oleh

Lahan Pembenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura Jatim Ada di Jombang

Jombang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

“Dalam 25 tahun kedepan Jawa Timur harus bisa menjadi Provinsi Agro terkemuka di ASEAN, serta memiliki potensi dengan modal kelebihan berbagai bahan pokok seperti jagung dan padi,” ujar Asisten 1 Pemprov Jatim Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr Ir H Fattah Yasin.

Dengan mengusung tema “Dengan keanekaragaman tanaman, kita tingkatkan produktivitas dan mutu hasil produk sebagai alternatif meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani, supaya Provinsi Jatim menjadi Provinsi Agro terkemuka di tingkat ASEAN dalam berbagai bidang pertanian”

Fattah Yasin berharap, Jawa Timur menjadi lumbung pangan Nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada tahun 2016 memiliki 500 ribu ton gabah kering siap giling, serta komoditas utama seperti jagung, sayuran maupun buah-buahan.

Dengan prestasi ini, bisa menguasai pasar pertanian dikawasan ASEAN “Tahun lalu kita hanya kurang atau minus di komoditas kedelai dan bawang putih jadi kita optimis dimasa mendatang menjadi pelaku utama di ASEAN. Dan dibidang komoditi pangan seperti padi kita masih memiliki 13 juta ton dengan surplus 5 juta ton dan jagung kita memiliki surplus sebanyak 4 juta ton. Dari non pangan seperti gula serta tembakau memiliki hampir 50 persen stok nasional berasal dari Jatim, dengan begitu kita bisa yakin 25 tahun kedepan Jatim siap,” tutur Fattah.

Fattah mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memperketat peraturan terhadap peralihan lahan pertanian, karena kemungkinan akan banyak investor masuk ke Kabupaten Jombang dengan sudah adanya tol Surabaya menuju Jombang.

“Ada total ribuan triliun nilai produk domestik regional Jatim. Hal itu membuat bertambahnya insfrastruktur Jatim yang semakin maju, seperti halnya tol yang menghubungkan Kertosono menuju Jombang atau Jombang menuju ke Mojokerto maupun ke Surabaya. Jadi  untuk pendistribusian hasil pertanian lebih cepat dari desa ke kota. Dan kita harus mempertahankan komoditas yang sudah dihasilkan selama ini,” papar Fattah.

Fattah mengharapkan kepada seluruh masyarakat maupun pemerintah harus lebih memperhatikan, lahan perbenihan seluas dua hektar tersebut untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Jawa Timur bagian barat, maupun menjadi investasi harus melihat kemana arah rencana tata ruang, kalau tidak dalam 25 tahun kedepan tidak akan bisa terwujud provinsi agro terkemuka di Jatim.

“Dengan Keanekaragaman tanaman disini, kita tingkatkan produktivitas dan mutu hasil produk sebagai alternatif meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani. Kemudian di sekitar lokasi acara ada banyak tanaman yang bisa dijadikan percontohan dengan tertata rapi hasil pertaniannya, dan diharapkan bisa menjadi sarana edukasi wisata maupun percobaan produk pertanian,” pungkasnya.

 

Untuk diketahuai, acara tersebut dihadiri oleh Jajaran perwakilan dinas pertanian se Jawa Timur, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Jombang, jajaran Kecamatan Bandar Kedungmulyo serta jajaran Desa Banjarsari, kelompok petani, serta Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) pertanian negeri maupun swasta sekaligus para mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed