oleh

Wabup Pimpin Ritual Siraman Sedudo

Nganjuk- Bau harum dupa memenuhi area air terjun Sedudo. Diiringi bunyi gamelan, belasan gadis cantik penari Bedhayan membawa ‘klenting’, dengan lemah gemulai menari di depan para undangan. Nampak di belakangnya, 10 gadis cantik dengan rambut terurai duduk didampingi 5 pemuda tampan.

Wakil Bupati Nganjuk, KH Abdul Wachid Badrus, yang duduk di deretan paling depan bersama dengan Ketua DPRD Nganjuk Drs Puji Santoso. Kapolres AKBP Joko Sadono dan Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Asis Widarto serta Dandim 0810 Nganjuk begitu khidmat mengikuti prosesi ritual Siraman tepat di lokasi wisata alam air terjun Sedudo Ngliman Sawahan Nganjuk, Kamis (05/10/2017).

Prosesi budaya ini, digelar oleh Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Diawali dengan Wakil Bupati Nganjuk menerima ‘klenthing’ yang dibawa oleh 10 penari cantik, kemudian diamanatkan kepada 10 gadis cantik berambut panjang yang dikawal 5 pemuda gagah, untuk mengambil air dari gerojogan sedudo.

Selanjutnya, seorang cucuk lampah (penunjuk jalan-red) memandu jalan menuju air terjun Sedudo, di belakang berderet enam sesepuh membawa dupa dan sesaji disusul Wakil Bupati bersama para pimpinan Forpimda, untuk melakukan tabur bunga di tengah-tengah objek wisata air terjun sedudo.

Usai acara tabur bunga, sang cucuk lampah memandu 10 gadis cantik berambut panjang yang dikawal oleh 5 pemuda tampan mengambil air dari gerojogan Sedudo. Kelak air suci ini untuk memandikan (jamasan) pusaka Kabupaten Nganjuk. Selasai acara ‘Amek Tirta’ (ambil air), para pengunjung langsung masuk dan mandi di air terjun Sedudo yang diyakini bisa awet muda.

Acara dilanjutkan dengan selamatan atau tasyakuran. Dalam doa, segenap masyarakat Kabupaten Nganjuk berdoa memohon senantiasa diberi keselamatan, khususnya dijauhkan dari bencana dan terhindar dari mala petaka khususnya di lokasi air terjun Sedudo.

Wakil Bupati Nganjuk KH. Abdul Wachid Badrus mengatakan, ritual siraman tersebut merupakan tradisi yang harus dipertahankan. Bukan tanpa sebab, sedudo adalah salah icon andalan pariwisata Kabupaten Nganjuk yang dapat menambah pendapatan asli daerah.

“Prosesi siraman ini, adalah salah satu rangkaian promo pariwisata, dengan kegiatan ini diharapkan wisata sedudo sebagai salah satu icon Nganjuk menjadi lebih dikenal masyarakat luas, sehingga wisatawan meningkat,” ungkap KH Abdul Wachid Badrus kepada akurasinews.com

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed