oleh

Pilih Gantung Diri Untuk ‘Sembuhkan’ Hipertensi

Nganjuk- Diduga karena sudah tidak tahan mengidap penyakit hipertensi (darah tinggi), Sumaji (64) warga Dusun/Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, memilih seutas tali untuk gantung diri sebagai ‘obat’ mengakhiri penderitaan.

“Keluarga dan tetangga sempat kaget juga, karena sekitar pukul empat pagi tadi itu, korban masih ngopi di warung depan pasar Kepel, pukul delapan pagi, ditemukan sudah meninggal dalam kondisi menggantung di dalam rumahnya,” ujar Perwira Urusan Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Nganjuk Inspektur Dua Trubus kepada akurasinews.com, Jumat (06/10/2017) siang ini.

Padahal, lanjut Ipda Trubus, korban menikmati kopi di warung milik Sunarti itu sekitar 45 menit lamanya, “Memang selama ini korban menderita penyakit hipertensi, jadi mungkin karena memang sudah putus asa, sehingga memilih gantung diri,” paparnya.

Kali pertama, kata Ipda Trubus lagi, korban ditemukan oleh Lintang Nur Fadila (18) anak perempuanya, “Jadi anak angkatnya ini sengaja mencari keberadaan korban, ternyata ketika masuk rumah mengetahui korban sudah meninggal,” terangnya.

Shock, melihat peristiwa itu, Lintang Nur Fadila langsung memberitahu kerabat serta warga sekitar. Peristiwa untuk selanjutnya dilaporkan perangkat, diteruskan ke Markas Kepolisian Sektor Ngetos. “Hasil dari pemeriksaan petugas medis dan Inafis Polres Nganjuk tidak ditemukan unsur kekerasan pihak lain,” jabar Ipda Trubus.

Untuk selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dengan disertai surat pernyataan bermaterai, “Keluarga menolak dilakukan otopsi, sehingga setelah dilakukan visum luar jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Selain itu keluarga juga sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain,” tandas Ipda Trubus.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed