oleh

Tinggalkan Surat Wasiat, Tewas ‘Dilabrak’ KA

Nganjuk- Diduga karena mengalami depresi, Askinatun (58) warga RT 03, RW 01, Desa Bagorkulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, tewas setelah ditabrak kereta api Bima Jurusan Jakarta-Surabaya di perlintasan kereta api, KM 120 Patok 1 desa setempat. Jumat (06/10/2017)

“Keterangan dari pihak keluarga, korban sejak dua minggu terakhir mengalami depresi karena sakit darah tinggi yang tak kunjung sembuh,” ujar Perwira Urusan Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Nganjuk Inspektur Dua Trubus kepada akurasinews.com, siang ini.

Menurut keterangan masinis kereta api bernama Kuswanto, ketika melaju dari arah barat ke timur, dia melihat korban berada di rel perlintasan, untuk itu klakson di  bunyikan berulang kali, “ Masinis sudah berusaha membunyikan klakson, namun korban tidak beranjak dari rel kereta api,” terang Ipda Trubus.

Karena jarak dekat, tubuh korban terlindas moncong lokomotif kereta api jurusan Jakarta Surabaya tersebut. “Begitu sampai di stasiun Nganjuk, masinis berhenti dan memberitahukan peristiwa itu kepada kepala stasiun diteruskan ke Mapolsek Bagor,” papar Ipda Trubus.

Ketika dilakukan evakuasi, ditemukan surat wasiat yang intinya, korban berpamitan meninggalkan rumah dan minta arisan di bayar keluarganya.“Jadi kalau melihat isi surat itu, korban memang sengaja mengakhiri hidup di perlintasan kereta api, karena sakit tak kunjung sembuh,” tambah Ipda Trubus.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed