oleh

Ponpes Tebuireng Berduka, Gus Cecep Wafat

Jombang – Pengasuh Pesantren al Karimiyah Tebuireng, Jombang, Salah satu cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yakni KH Muhammad Natsir Karim (Gus Cecep) tutup usia di kediamannya di Jalan Irian Jaya nomor 313 Dusun Tebuireng Gang III Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Sabtu (7/10/2017).

Kabar ini disampaikan KH Fahmi Amrullah Hadzik melalui media sosial dan diterima pewarta akurasinews.com “Gus Cecep meninggal setelah shalat subuh dan kami sangat berduka,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri yang akrab disapa Gus Fahmi tersebut.

Menurut Gus Fahmi, selama ini Gus Cecep memang mengidap diabet dan sakit jantung, “Sebelum wafat, beliau berobat ke salah satu dokternya di Pasuruan. Pada dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, beliau sudah berada dikediamannya, dan setelah istirahat kemudian pukul 04.30 WIB, beliau meninggal dunia,” imbuhnya.

Gus Cecep Lanjut Gus Fahmi, sosok kyai yang kaya akan humor selain itu, Gus Cecep memiliki jamaah zikir Hizbul Falah. “Itu termasuk rangkaian wirid yang dipercaya sebagai amalan dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Bersama para jamaahnya, Gus Cecep mengamalkan wirid Hizbul Falah tersebut,” tutur Gus Fahmi.

Ditemui akurasinews.com Putra Pertama Gus Cecep, Syamsun Niam (24) menjelaskan sebelum ayahandanya wafat sempat berpamitan dengan 40 santri yang 2 diantaranya adalah perempuan.
“Bapak sebelum berangkat ke Pasuruan meminta para santrinya berkumpul, untuk bermushafahah satu persatu kepada santrinya. Biasanya saat berpergian tidak seperti itu. Kalau berpergian cuman bilang ke saya jaga santrinya yah,” kata Syamsu Niam menirukan.

Selanjutnya, almarhum dikebumikan pukul 14.00 WIB berdampingan dengan keluarga di Makam maqbaroh Pondok Pesantren Tebuireng. Dalam keturunan keluarga bani Hasyim, beliau dan istrinya Nyai Hj Rina Syamsudi itu merupakan anak keempat dari empat bersaudara, yaitu pertama Nyai Hj Lilik Nailufari, lalu kedua H M Hasyim Karim, ketiga Nyai Hj Cicik Nafiqoh, dan ke empat adalah KH Muhammad Natsir Karim yang akrab disapa Gus Cecep.

“Bagi yang ingin mengikuti tahlilan Bapak(gus cecep) dilaksanakan habis ba’da sholat isya’ dan saya perwakilan dari keluarga berterima kasih atas ucapan-ucapan bela sungkawanya,” pungkasnya.

Gus Cecep meninggalkan seorang istri, Nyai Hj Rina Syamsudi, dua putra dan satu putri, serta para santri dan yayasan pesantren yang didirikannya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed